> >

Jadi Juga Nih, Luhut Sebut Aturan Subsidi Kendaraan Listrik Terbit Awal Februari 2023

Kebijakan | 27 Januari 2023, 05:55 WIB
Mengko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar mengatakan, aturan terkait besaran insentif kendaraan listrik akan diterbitkan pada awal Februari 2023. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan )

Luhut tidak merinci, apakah BYD, Tesla atau keduanya yang investasinya telah mencapai tahap finalisasi.

"Ini semua sudah memfinalisasi perjanjian-perjanjian Indonesia dengan keputusan kita, EV, yang sudah kemarin di rapat kabinet, dan kita bisa announce (umumkan) segera. Maka pemain-pemain besar dunia itu akan masuk ke Indonesia," tutur Luhut.

Ia menjelaskan, RI sangat menarik bagi produsen mobil listrik, karena  pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik yang dimulai dari hulu dengan hilirisasi nikel.

Baca Juga: Untung Rugi Kendaraan Listrik di Indonesia, Hemat Energi hingga Ancaman Pejalan Kaki

Hal itu juga didukung dengan keberhasilan Presidensi G20 2022 yang mendapatkan pujian besar dunia.

"G20 itu merupakan satu terobosan luar biasa yang diapresiasi sampai tadi malam saya di Davos, itu mereka memberi puja puji terhadap penyelenggaraan dan outcome dari G20 yang baru kita lalui beberapa waktu yang lalu," jelas Luhut.

Luhut meyakini Indonesia akan menjadi satu dari tiga besar produsen baterai kendaraan listrik (electric vehincle/EV) terbesar di dunia pada 2027.

Keyakinan itu juga didukung oleh telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik antara holding BUMN MIND ID dengan produsen baterai kendaraan listrik asal China Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) pada Senin (16/1).

"Maka kita sudah siap memasuki satu era baru membangun ekosistem lithium battery dan juga mobil EV dan ini kalau berjalan semua sesuai rencana, maka baterai pertama litium juga akan bisa kita produksi pada tahun 2025," kata Luhut.

"Nanti tahun 2027 kita mungkin salah satu dari tiga besar dunia yang akan memproduksi EV battery juga termasuk mobil EV," tambahnya.

BYD dan Tesla

Dibanding BYD, nama Tesla lebih sering disebut sudah berminat berinvestasi di Indonesia. Bahkan Luhut dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah bertemu langsung dengan bos Tesla Elon Musk.

Baca Juga: Ingat! Beli Solar Subsidi Mulai Hari Ini Wajib Daftar MyPertamina ya, Jabodetabek Termasuk

Presiden Jokowi juga sudah menugaskan Luhut untuk mengawal investasi Tesla hingga terealisasi di Indonesia.

Tesla juga  dikabarkan akan membangun pabrik di Indonesia. Mengutip Strait Times, Kamis (12/1/2023), Tesla hampir menutup kesepakatan awal untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

Informasi itu didapat dari beberapa sumber yang tak bisa disebutkan namanya, yang Mengetahui masalah tersebut.

 

Dalam laporan itu, dinyatakan jika Tesla ingin memanfaatkan cadangan nikel Indonesia  yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Pabrik tersebut akan memproduksi sebanyak 1 juta mobil per tahun, kata orang-orang, sejalan dengan ambisi Tesla agar semua pabriknya secara global mencapai kapasitas tersebut," tulis laporan Strait Times.

Namun, kesepakatan belum ditandatangani dan kesepakatan masih bisa gagal. Terkait hal ini, Bos Tesla Elon Musk hanya mencuit jika media harus berhati-hati jika menulis artikel berdasarkan sumber yang namanya tak disebutkan.

Di sisi lain, Elon Musk tidak membantah kabar tersebut.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Antara


TERBARU