> >

J&T Express Buka Suara soal Penipuan Pengantaran Paket yang Kuras Rekening Korban

Ekonomi dan bisnis | 7 Desember 2022, 12:39 WIB
Waspada modus penipuan yang mengatasnamakan e-commerce yang menginfokan pengiriman paket dan meminta mengunduh aplikasi. Hal itu membuat pelaku bisa mengakses data-data mobile banking korban dan menguras rekening korban. (Sumber: Tangkapan layar unggahan instagram @evan_neri.tftt)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Manajemen J&T Express memberi pernyataan terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan pihaknya. J&T menyatakan, tidak pernah meminta pelanggan mengunduh aplikasi lewat WhatsApp.

Pelanggan hanya bisa mengunduh aplikasi resmi J&T di Play Store dan App Store.

"Mohon untuk selalu waspada & berhati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan J&T Express ya! Sprinter J&T Express TIDAK PERNAH meminta J&T Friends untuk mengunduh aplikasi melalui Whatsapp atau chat. Aplikasi resmi kami hanya ada di App Store dan Play Store dengan nama pencarian 'J&T Express'," tulis manajemen J&T di akun Instagram resminya, dikutip Rabu (7/12/2022).

"Serta mohon selalu berhati-hati dengan modus aktivasi nomor resi/ cetak resi melalui transfer m-banking ataupun virtual account. J&T Express tidak pernah menagihkan biaya tambahan saat proses pengiriman berlangsung," kata J&T.

Pernyataan J&T itu terkait modus penipuan yang viral di media sosial. Di mana pelaku yang mengaku sebagai pihak J&T meminta korban mengunduh gambar paket pesanan korban, lewat aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: Tersangka Penipuan Mahasiswa IPB Ternyata Gunakan 4 Aplikasi Pinjol untuk Membohongi Korban!

Setelah korban mengunduh aplikasi tersebut, pelaku mendapat akses ke mobile banking korban dan menguras seluruh saldo di rekening.

"Jika J&T Friends berada di situasi tersebut dan merasa ragu, kamu dapat segera menghubungi call center J&T Express di 021-8066-1888 yang siap sedia #AdaTerusBuatKamu melayani 24 jam!," tutur J&T.

Modus penipuan itu diungkap oleh warganet bernama Evan Abu Muhammad di akun Instagramnya, @evan_neri.tftt. Ia mengunggah tangkapan layar percakapan pelaku dengan korban.

Dari gambar tersebut, terlihat pelaku memberitahu korban yang bernama Salmah jika ada paket untuk dirinya dan meminta mengunduh file yang disebut sebagai foto paketnya. Ternyata file itu adalah aplikasi untuk membobol mobile banking korban.

"Ini modus kejahatan siber yg baru. Pelaku pura2 dari jasa ekspedisi lalu mengirimkan file dgn ekstensi APK. Klo tidak jeli dan hanya melihat judul file, bakal terkecoh pingin nge-klik dan unduh file nya. Perhatikan dulu ekstensinya apa. File dengan ekstensi APK adalah aplikasi yg berjalan utk OS android," kata Evan.

Baca Juga: Studi UGM: Penawaran Hadiah Jadi Modus Favorit Penipuan Digital di Indonesia, Sebagian Korban Ikhlas

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU