> >

Mendalami Kekayaan Alam dan Budaya Masyarakat Kolaka

Ekonomi dan bisnis | 17 November 2022, 20:00 WIB
Tarian khas Kerajaan Mekongga yang masih dilestarikan masyarakat Kolaka (Sumber: Dok. Antam)

Pembangunan replika rumah adat selesai tahun 2005 sehingga dapat digunakan sebagai tempat wisata ataupun tempat mengadakan upacara adat seperti pelantikan raja. Upaya ini dilakukan agar semakin banyak orang yang mengenal rumah adat Kerajaan Mekongga.

Antam dan Masyarakat Kolaka

Kolaka tidak hanya memiliki destinasi wisata dan budaya, tetapi terdapat juga Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka. Salah satu rumah sakit rujukan di daerah Kolaka ini merupakan CSR yang diberikan oleh Antam.

Fasilitas yang ada di rumah sakit ini juga cukup memadai, seperti labolatorium, apotek, dan radiologi. Rumah sakit ini juga menyediakan berbagai macam poli, seperti poli umum dan poli anak.

Dokter Muhammad Rafi sebagai Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka menjelaskan lebih lanjut. Pembangunan RSU Kolaka dimulai sejak tahun 2017 dan masih berlangsung hingga saat ini. 

Rumah sakit ini juga terdiri dari tiga tower, dengan rincian tower 1 dan 2 yang pembangunannya telah selesai sepenuhnya. Sementara tower 3 masih dalam proses pembangunan dengan perkiraan akan selesai tahun depan. 

Gedung rumah sakit ini telah digunakan sejak tahun 2020 untuk rawat jalan dan untuk rawat inap dimulai pada awal tahun 2022. Jadi, saat ini seluruh aktivitas pelayanan rumah sakit telah difungsionalkan di gedung baru. 

Program CSR Antam berkontribusi dalam pembangunan rumah sakit ini. “Harapannya rumah sakit ini bisa berkembang lebih bagus, pelayanan semakin bagus dan kita mengembangkan pelayanan-pelayanan unggulan untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Dokter Rafi.

Tempat selanjutnya cukup unik karena bukan berlokasi di daratan sehingga perlu naik perahu untuk menuju ke tempat tersebut, keramba ikan kerapu di desa Hakututobu. Ketua Kelompok Nelayan Desa Hakututobu Agus Gafur akan menceritakan kegiatan kelompok nelayan di desa ini.

Desa Hakututobu memiliki sumber daya alam berupa beragam ikan, seperti ikan kerapu bebek, ikan baronang, lobster, dan ikan-ikan campuran untuk dijual. Ikan-ikan tersebut merupakan penunjang perekonomian masyarakat nelayan Desa Hakututobu. Sebab, selama 23 tahun terakhir, mata pencaharian terbanyak masyarakat adalah nelayan dengan mayoritas Suku Bajo atau suku laut.

Baca Juga: Mengenal Unit Bisnis Emas PT Antam di Bogor

Nelayan di Desa Hakututobu menggunakan bubu untuk menangkar ikan. Bubu diletakkan di laut selama seminggu, kemudian bubu diambil untuk memilah ikan yang akan masuk karamba. Ikan yang terpilih akan langsung dijual ke masyarakat.

Selain membuat keramba, masyarakat Desa Hakatutobu juga aktif menjaga ekosistem laut dengan cara mentransplantasi karang yang ada di lingkungan laut mereka. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2016 karena melihat banyak nelayan yang masih menggunakan bahan peledak untuk mendapatkan ikan.

Di lokasi selanjutnya, terdapat UKM Center yang dinaungi oleh Antam. UKM Center ini mewadahi ibu-ibu yang menjadi mitra binaan Antam untuk memproduksi dan menjual aneka produk lokal dari Kolaka.

Ada abon tuna, kacang mete, abon bandeng, dan juga kerajinan tangan rajutan yang dijadikan tas. Produk-produk ini cocok dijadikan sebagai oleh-oleh pengunjung untuk keluarga di rumah.

Suasana perpustakaan di SD Negeri 01 Dawi-Dawi yang merupakan salah satu CSR PT Antam (Sumber: Dok. Antam)

Di bidang pendidikan, terdapat SD Negeri 01 Dawi-Dawi yang merupakan sekolah terapung di daerah Pomalaa. Sekolah ini juga merupakan salah satu project CSR Antam. Selain sarana dan prasarana, Antam juga membantu sekolah ini membangun perpustakaan digital untuk membantu anak-anak mengakses beragam buku yang diperlukan serta lebih familier dengan teknologi.

Di sini, terlihat bagaimana minat baca anak-anak di sekolah yang cukup tinggi. Mereka terlihat sangat antusias dengan adanya perpustakaan digital karena bisa mengakses berbagai macam buku dengan mudah. Hanya perlu mencari judul buku yang dibutuhkan dan buku pun bisa langsung mereka baca.

Penulis : Meirna-Larasati

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU