> >

Belum Lama IPO, GOTO Dikabarkan akan PHK 1.000 Karyawan

Ekonomi dan bisnis | 11 November 2022, 15:15 WIB
GoTo dikabarkan akan mem-PHK 1.000 karyawannya sebagai upaya efisiensi untuk meningkatkan keuntungan. (Sumber: Antara )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badai PHK di perusahaan berbasis teknologi, baik startup maupun yang sudah besar, sepertinya masih akan berlanjut. Setelah raksasa media sosial dunia, Twitter dan Meta, memecat belasan ribu pegawai, kini giliran decacorn tanah air, GOTO, yang dikabarkan akan mem-PHK 1.000 pegawainya.

Seperti dilansir Bloomberg, Jumat (11/11/2022), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) disebut akan memecat ribuan karyawannya sebagai upaya efisiensi, guna memperbaiki kinerja keuangan. Informasi tersebut didapatkan Bloomberg dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya. 

1.000 karyawan adalah 10 persen dari total pegawai perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia itu. PHK dilaporkan akan dilakukan merata pada semua divisi dalam perusahaan. 

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Mark Zuckerberg yang PHK 11.000 Orang, Mengaku Salah Investasikan Uangnya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pun telah membuka suara terkait kabar akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada lebih dari 1.000 pekerjanya.

Berdasarkan laporan Bloomberg, perusahaan tersebut baru akan mengumumkan rencana PHK ini pada pekan depan. 

Namun, sumber tersebut mengatakan jumlah karyawan yang kena PHK bisa saja berkurang. PHK juga akan diumumkan jelang dirilisnya laporan kinerja keuangan GOTO kuartal III 2022, yang dijadwalkan pada 21 November 2022. 

Baca Juga: PHK Karyawan, Shopee Pastikan Beri Pesangon Plus Gaji dan Asuransi Kesehatan Masih Berlaku

GOTO melakukan IPO di BEI pada 11 April lalu. GOTO melepas sebanyak 40.615.056.000 sahamnya dengan harga jual Rp338/unit, dan berhasil meraup pendanaan sebesar Rp13,7 triliun.

Nilai kapitalisasi pasar GOTO bahkan mencapai Rp400 triliun dan masuk jajaran 4 teratas perusahaan publik dengan market cap terbesar di Indonesia.

Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Bloomberg


TERBARU