> >

Sektor Properti Lesu: Penjualan Apartemen Anjlok, Banyak yang Mau Jual tapi Susah Laku

Ekonomi dan bisnis | 6 Oktober 2022, 10:58 WIB
Ilustrasi apartemen. (Sumber: Kompas.com )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsultan properti Colliers Indonesia menunjukkan, penjualan apartemen di tahun 2022 menurun drastis dibanding tahun lalu. Berdasarkan data chart Colliers, permintaan apartemen strata atau apartemen jual terus menurun sejak 2015.

Sampai dengan akhir September 2022 atau akhir kuartal III, baru 782 unit apartemen yang terjual. 

"Kinerja sepanjang tahun 2022, baru 782 unit yang terjual, ini masih sekitar 61 persen dari penjualan tahun lalu. Dan ini trennya memang terus melandai," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/10/2022).

Ferry menjelaskan, tercatat permintaan di 2015 melebih 10.000 unit. Tahun 2016 permintaan apartemen berada di rentang 8.000 - 10.000 unit. Kemudian permintaan di tahun 2017 turun sedikit, namun masih di level 8.000 unit. Lalu 2018 permintaan turun hingga mendekati 6.000 unit. Sementara di 2019 permintaan apartemen berada di kisaran 4.000-an unit.

Selanjutnya, permintaan apartemen turun lagi menjadi sekitar 2.000-an unit di tahun 2020 dan menjadi tinggal 1.300an unit di 2021. Ferry menyebut, menurunnya penjualan apartemen karena tidak ada katalis yang mampu mendorong penjualan. Hampir semua proyek apartemen mengalami kesulitan dalam menjual produknya.

Baca Juga: Tips Aman Investasi Properti Agar Tak Terjebak Pengembang Bodong

"Proyek apartemen memang mengalami kesulitan dalam menjual produknya. Bahkan ada juga yang tidak mencatatkan transaksi," ujar Ferry.

Penyebab lainnya adalah berakhirnya diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berakhir pada bulan September. Ditambah masyarakat juga cenderung menahan uang mereka dibanding mengeluarkannya.

 

"Faktor lainnya adalah karena masyarakat cenderung menjaga cash mereka. Di pasar sekunder bahkan banyak apartemen dijual karena dorongan butuh uang," ucapnya.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU