> >

Krisis Inggris Memilukan, Anak Sekolah Pura-Pura Makan dari Kotak Kosong Karena Tak Mampu Beli Bekal

Ekonomi dan bisnis | 27 September 2022, 12:28 WIB
Ilustrasi makanan gratis yang disediakan sekolah-sekokah di Inggris. (Sumber: The Guardian)

LONDON, KOMPAS.TV- Krisis ekonomi di Inggris telah sampai dirasakan oleh anak-anak. Sebuah laporan dari badan amal Chef in Schools mengungkap, banyak anak-anak yang tidak membawa bekal makan siang.

Mereka pun kedapatan bersembunyi di taman bermain karena mereka tidak mampu membeli makan siang. Chef in Schools sendiri adalah badan amal makan sehat yang melatih koki untuk dapur sekolah. Badan itu melakukan survei terhadap sekolah-sekolah terkait meningkatnya permintaan agar anak-anak mendapatkan makanan gratis.

Mengutip dari The Guardian, Selasa (27/9/2022), satu sekolah di Lewisham, London, memberi tahu badan amal itu tentang seorang anak yang berpura-pura makan dari kotak makan yang kosong. Anak tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan makanan sekolah gratis dan tidak ingin teman-teman mereka tahu bahwa di rumah mereka tak ada makanan.

“Kami mendengar tentang anak-anak yang sangat lapar sehingga mereka makan karet di sekolah,” kata Naomi Duncan, kepala eksekutif Chefs in Schools.

Baca Juga: Perempuan Inggris Terpaksa Jadi PSK karena Krisis Biaya Hidup, Istri Tentara Bahkan Salah Satunya

“Anak-anak datang karena belum makan apa pun sejak makan siang sehari sebelumnya. Pemerintah harus melakukan sesuatu.” tambahnya.

Di Inggris, semua anak sekolah berhak atas makanan gratis dari penerimaan hingga tahun kedua. Namun fasilitas itu hanya untuk anak dari keluarga yang berpenghasilan kurang dari 7.400 pounds per tahun.

Sedangkan menurut Kelompok Aksi Kemiskinan Anak, ada 800.000 anak lainnya yang sebenernya membutuhkan layanan tersebut namun tak memenuhi syarat. Sekolah-sekolah pun meminta agar persyaratan itu diubah.

"Ini benar-benar memilukan bagi koki kami. Mereka secara aktif keluar dan mencari anak-anak yang bersembunyi di taman bermain karena mereka pikir mereka tidak bisa mendapatkan makanan, dan memberi mereka makan," tutur Duncan.

Baca Juga: Biaya Hidup Kian Naik, Warga Inggris Pilih Berjudi dan Investasi Kripto

Para guru juga membeli pemanggang roti sehingga mereka dapat membagikan sarapan kepada anak-anak yang terlalu lapar untuk belajar.

Ada satu sekolah di Streatham, London Selatan, memiliki kesulitan karena dulunya hanya memberi makan gratis untuk 50 anak, tapi sekarang harus membiayai 100 anak.

“Pemerintah tahu bahwa ketika anak-anak muncul di pagi hari dalam keadaan lapar dan kedinginan, sekolah akan turun tangan dan membantu. Tetapi tidak benar bahwa itu diserahkan kepada kami tanpa dukungan tambahan," ungkap presiden dari National Association of Headteachers union, Paul Gosling.

Dia mengatakan bahwa dengan tagihan energi yang besar dan kenaikan gaji guru yang tidak didanai pemerintah, akan mendorong ratusan sekolah ke dalam defisit.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 9 Bulan Terakhir, Tertekan Penguatan Dollar AS

Pemerintah memang telah mengumumkan akan ada potongan harga gas untuk sekolah, namun para kepala sekolah khawatir diskon itu hanya berlaku selama 6 bulan.

Banyak orang tua juga menelepon menanyakan apakah sekolah akan menawarkan klub sarapan gratis atau klub setelah sekolah dengan makanan yang disertakan.

Oxford Mutual Aid, sebuah kelompok masyarakat yang mengirimkan paket makanan darurat, harus memangkas hari pengirimannya karena ratusan sukarelawan pengepakan, pengemudi, dan penyelenggara tidak dapat mengatasi peningkatan permintaan bantuan, termasuk dari sekolah dasar.

Krisis ekonomi di Inggris dimulai dari dampak keluarnya negara itu dari Uni Eropa. Kemudian perang Rusia-Ukraina menyebabkan harga gas melambung, sehingga memicu kenaikan harga-harga lainnya.

Penulis : Dina Karina Editor : Iman-Firdaus

Sumber :


TERBARU