> >

Sejumlah Warga Pilih Isi BBM di SPBU Vivo, Harga Selisih Seribu tapi Antreannya Lebih Manusiawi

Ekonomi dan bisnis | 24 September 2022, 17:57 WIB
Sejumlah warga lebih memilih membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Vivo meski harganya lebih mahal daripada di SPBU Pertamina. (Sumber: Kompas.com/Joy Andre T)

BEKASI, KOMPAS.TV –  Sejumlah warga lebih memilih membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Vivo meski harganya lebih mahal daripada di SPBU Pertamina.

Seorang pengendara motor, Indra (27), mengungkap alasan dirinya lebih memilih mengisi BBM di SPBU swasta Vivo, yakni antrean yang lebih manusiawi.

"Harganya memang lebih mahal Rp1.000, tapi antreannya lebih manusiawi," kata Indra saat ditemui di SPBU Vivo Jalan Sultan Agung, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (23/9/2022) malam, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Tak Hanya BLT BBM, Warga Juga Terima Bansos Non Tunai Senilai Rp 200.000 Periode Juni-Juli

Menurutnya, ia beralih ke SPBU Vivo sejak harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax naik.

Pilihan untuk beralih ke SPBU Vivo semakin tak tergoyahkan ketika antrean pengisian Pertalite semakin panjang.

"Dulu mah cepat, sering sepi juga kan Pertalite. Sekarang mau pagi, siang, sore, malam, antrenya malah panjang.”

“Kayanya memang yang pakai Pertamax juga pindah ke Pertalite, makanya antrean (Pertalite) semakin panjang," ucap Indra.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, para pengendara sepeda motor yang mengantre di SPBU Pertamina memang lebih lama menunggu hingga mendapat giliran mengisi BBM.

Seperti yang terjadi di SPBU Pertamina Jalan Juanda, Bekasi Utara, Kota Bekasi, misalnya.

Menurut seorang pengendara motor, Yayan (32), antrean panjang ini terjadi usai naiknya harga Pertalite dan Pertamax di SPBU Pertamina.

Kata dia, sejak kenaikan harga BBM subsidi dan non-subsidi, antrean pengisian sepeda motor bisa memakan waktu 10-20 menit.

"Ini ramai-ramainya pas malam hari sama pagi. Antreannya panjang," ucap Yayan.

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina belum berencana menambah nozzle untuk bahan bakar Pertalite menyusul antrean yang akhir-akhir ini terjadi pada konsumen yang membeli Pertalite.

Baca Juga: Demo Tolak Harga BBM di Kawasan Patung Kuda, Gerakan Nasional Pembela Rakyat Sampaikan 3 Tuntutan!

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyebut antrean Pertalite yang terjadi di sejumlah SPBU saat ini masih wajar.

"Pemantauan kami antrean pembelian normal saja dan produknya tersedia semua," kata Eko, Jumat.

Eko merasa tak ada peningkatan signifikan atas permintaan Pertalite usai pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September lalu.

Antrean di sejumlah SPBU saat ini, menurut dia, sama saja dengan antrean yang terjadi sebelum pengumuman kenaikan harga BBM.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU