> >

Hati-hati Penipuan! Beredar Link Palsu Bansos PKH ke-3, Berikut Tips Cek

Ekonomi dan bisnis | 15 September 2022, 08:38 WIB
Link palsu bansos PKH (Sumber: Akun instagram Kemensos)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Aksi penipuan berkedok link pendaftaran bansos terus berulang dengan berbagai versi narasi dan link yang berganti-ganti. Satu di antaranya telah dibantah oleh Kementerian Sosial dalam akun Instagramnya @kemensosri pada Selasa (13/9/2022) bahwa ada link palsu.

Link dengan alamat https://pkh32.b-cdn.net/?v=cekbansos tersebut diketahui disebarkan di grup aplikasi berbagi pesan, WhatsApp. Narasi dalam pesan tersebut agar segera mendaftarkan diri dan melakukan pengisian data NIK untuk  bisa mendapat bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-3 akan cair pada periode September sampai Oktober.

Kemensos menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat situs untuk bantuan sosial manapun, karena penerimaan bansos PKH sudah terdata dalam Aplikasi Cek Bansos dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kemensos mengimbau kepada masyarakat agar selalu memastikan sumber informasi bansos berdasarkan pada sumber yang terpercaya. 

Baca Juga: Mudah Dilakukan, Ini Cara Daftar Bansos BLT BBM 2022, Cukup Install Aplikasi!

"Masyarakat diharapkan agar berhati-hati dan diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran sebuah informasi sebelum menyebarkannya," tulis Kemensos dalam unggahan Instastory tersebut.

Kemensos pun menegaskan, untuk infomasi bansos serta informasi lainnya dapat dicek melalui website official Kemensos dengan situs kemensos.go.id dan akun resmi media sosial Kemensos yang sudah terverifikasi.

Link tak resmi seperti ini diduga sebagai phishing untuk mencuri data pribadi seseorang. Masyarakat diminta waspada untuk mengakses tautan yang mencurigakan dan diingatkan untuk tak membagikan data pribadinya.

Para penyebar hoaks link bansos biasanya mengincar data pribadi. Melansir dari pemberitaan Kompas.com, salah satu bahayanya, data pribadi bisa disalahgunakan untuk pengajuan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Biasanya orang yang telah dicuri datanya tiba-tiba akan mendapat tagihan, padahal mereka tidak pernah melakukan pinjaman dana ke pinjol.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU