> >

Apa Kabar Hilirisasi Nikel Indonesia? Dilirik Elon Musk dan Sekarang Digugat Uni Eropa di WTO

Ekonomi dan bisnis | 13 September 2022, 12:39 WIB
Penambangan material nikel di Luwu Timur (Sumber: Shutterstock/KAISARMUDA)

Targetnya, mulai tahun 2024 akan memulai memproduksi lithium baterai dan 2027 akan menjadi produsen lithium baterai yang pertama atau ke dua di dunia.

Bahkan, pemerintah Indonesia membidik Elon Musk atau Tesla Inc sebagai upaya dalam mengembangkan mata-rantai pasokan nikel dalam negeri, khususnya ekstrak bahan kimia baterai, produksi baterai, dan EV.

Adapun, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan, CEO Tesla Inc Elon Musk telah mengirimkan timnya ke Indonesia. Hal itu dilakukan setelah Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan nikel Indonesia saat bertemu dengan Elon Musk di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Hal tersebut untuk memenuhi bahan baku pengembangan kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV) yang menjadi produk andalan Tesla. Atas pertemuan dan pembahasan itu, Elon Musk mengirimkan tim dari Tesla untuk bertemu dengan Luhut di Indonesia.

"Sebagai follow up, Tesla sudah mengirimkan enam orang tim dari Tesla yang berkunjung ke Indonesia dan melakukan pembahasan-pembahasan yang terkait," kata Jodi pada 11 Mei 2022 lalu, dilansir dari Kompas.com.

Indonesia berpotensi kalah gugatan

Adanya kabar kemungkinan Pemerintah Indonesia akan kalah dalam gugatan sengketa dagang bahan mentah atau bijih nikel ini cukup mengejutkan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mengejutkan menyebut kemungkinan Indonesia akan kalah dari gugatan Uni Eropa di WTO tersebut.

Meski belum ada keputusan resmi dari WTO, Jokowi mengaku tidak kecewa dengan apapun hasil dari penyelesaian gugatan di ranah internasional ini karena industri pengolahan dan pemurnian nikel di dalam negeri juga telah terbangun.

"Tidak perlu takut setop ekspor nikel. Dibawa ke WTO nggak apa-apa. Dan kelihatannya kita juga kalah di WTO. Nggak apa-apa, tapi barangnya sudah jadi dulu, industrinya sudah jadi," ujar Jokowi dalam acara 'Sarahsehan 100 Ekonom' oleh INDEF dan CNBC Indonesia, Rabu (7/9/2022), dikutip dari Tribunnews.

Apakah gugatan ini akan menyurutkan langkah hilirisasi yang sudah dibangun? Kita tunggu.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU