> >

Listrik 450 VA Dihapus dan Dinaikkan Jadi 900 VA, Pengamat: Subsidi Harus Tetap Jalan

Ekonomi dan bisnis | 13 September 2022, 10:47 WIB
Petugas sedang memasang instalasi listrik di rumah warga. (Sumber: Dok. PLN )

Baca Juga: Nadiem: RUU Sisdiknas Bikin Guru PAUD hingga Pesantren Dapat Tunjangan Meski Belum Sertifikasi

"Jangan samakan dengan jalan tol. Siapa sih yang sudah bangun pembangkit, terus harus cari pembeli sendiri," ucap Iwa. 

Ia menjelaskan, skema tersebut dia buat karena dulu PLN tidak sanggup membangun pembangkit sendiri sementara jumlah kebutuhan listrik tinggi. 

Namun saat ini, konsumsi listrik sedang menurun karena berbagai faktor. Di antaranya perlambatan ekonomi karena pandemi dan kondisi geopolitik global. Sehingga pasokan listrik justru berlebih. 

"Bukan salah kontraknya, salahnya ekonomi kita, karena ekonomi kita nurun, kebutuhan listrik menurun, dulu prediksinya kan naik terus 6-7 persen," tutur Iwa. 

Solusinya, pemerintah harus menumbuhkan konsumsi listrik. Pelanggan PLN terdiri dari 40 persen industri, 40 persen rumah tangga dan 20 persen komersil. 

Baca Juga: Erick Thohir Kenang Keluarga Kecewa Pilihan Bisnisnya: Transaksinya sampai Inter Milan

Pemerintah bisa meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga dengan program mobil listrik, kompor listrik, dan daya beli masyarakat. Begitu juga dengan konsumen industri. 

"Ada lingkaran ekonomi, pemerintah harus memberikan kemudahan investor untuk masuk ke industri agar produksinya bergerak, jika produksi meningkat pemakaian listrik industri juga akan meningkat," ujarnya. 

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU