> >

BLT BBM Disalurkan di Kota Bandung, 76.497 Keluarga Penerima Bakal Dapat Rp300 Ribu per 2 Bulan

Ekonomi dan bisnis | 9 September 2022, 16:53 WIB
Warga mengantre untuk mengambil BLT BBM di Kantor Pos Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/9/2022). (Sumber: Kompas.tv/Ant/Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG, KOMPAS.TV – PT Pos Indonesia mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dalam rangka subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke 76.497 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ketua Satgas Penyaluran BLT BBM Kantor Pos Bandung Doni Meilana mengatakan, BLT BBM akan dibagikan selama empat bulan mulai dari September hingga Desember 2022. Setiap dua bulan, warga KPM bakal menerima Rp300.000.

"Hari ini kita targetkan penyaluran kepada 11.770 KPM. Sesuai target dari Kementerian Sosial yang harus selesai selama 10 hari, kita akan selesaikan selama tujuh hari ke depan," katanya di Bandung, Jumat (9/9/2022), dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan, selain BLT warga pun bakal mendapatkan program bantuan tunai sembako sebesar Rp200 ribu per KPM.

 Adapun, pada hari pertama penyaluran yakni Kamis (8/9) kemarin, Kantor Pos Kota Bandung telah menyalurkan BLT BBM kepada 11.873 KPM di Kota Bandung.

Baca Juga: Ini Cara Ajukan Diri sebagai Penerima Bansos atau BLT BBM 2022 di Aplikasi Cek Bansos

"Untuk pengambilan di Pos Bandung selama dua hari ini kita fasilitasi untuk tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Regol dan Astanaanyar. Untuk lokasi lain itu tergantung pihak kecamatan dan kelurahan mau tempatnya di mana," katanya.

Ada tiga cara penyaluran BLT BBM, yaitu disalurkan di Kantor Pos terdekat, disalurkan di komunitas setempat seperti di kecamatan, desa atau Kelurahan, dan disalurkan langsung ke rumah penerima manfaat jika penerima manfaat termasuk disabilitas, lanjut usia, atau sakit.

Kemudian, tahapan proses verifikasi KPM dari BLT BBM pada saat akan menerima bantuan ini, yaitu melalui pengecekan wajah, dan memindai barcode cekpos digital yang terdapat pada SP KPM.

Apabila penerima manfaat diwakili oleh keluarga, maka menurutnya akan ada pemeriksaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mewakili, juga foto diri KPM atau yang mewakili.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Antara


TERBARU