> >

Kemensos Respons soal Bansos yang Disebut Jadi Penyebab Harga Telur Melonjak

Ekonomi dan bisnis | 26 Agustus 2022, 14:16 WIB
Kementerian Pertanian memperkirakan harga telur, daging ayam, dan minyak goreng akan terus naik jelang Natal dan Tahun Baru (29/11/2021). (Sumber: Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kementerian Sosial (Kemensos) menanggapi soal tudingan bahwa bansos menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga telur.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam rapat di DPR menyebut salah satu penyebab melonjaknya harga telur karena permintaan yang tinggi dari Kemensos untuk bantuan sosial.

Namun, Sekretaris Jenderal Kemensos Harry Nikmat mengatakan, bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dari Kemensos pada triwulan I 2022 telah disalurkan sekaligus secara tunai melalui PT Pos Indonesia, ada juga yang disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kata dia, belum tentu bansos yang diberikan tersebut dimanfaatkan untuk membeli telur.

"Bantuan yang disalurkan BSI dapat dibelanjakan di mana saja. Tidak harus belanja telur," kata Harry, Jumat (26/8/2022), dikutip dari Kompas.com.

 

Harry menjelaskan, bantuan sembako pada bulan Mei 2022, diberikan dalam bentuk tunai melalui PT Pos Indonesia. Kemudian, Kemensos kembali menyalurkan bansos dalam bentuk tunai pada Agustus ini, melalui BSI.

Dengan demikian, Harry menegaskan bahwa penyaluran bansos sepanjang Januari-Juli tahun ini, Kemensos tidak berkaitan dengan kenaikan harga telur dalam 5 bulan terakhir.

Baca Juga: Target Mendag Zulhas Normalkan Harga Telur: Paling Lambat Dua Minggu

"Fakta profil penyaluran Januari-Juli 2022 ini sudah sangat jelas tidak ada kaitan dengan kenaikan harga telur 5 bulan terakhir di Aceh," ujarnya.  

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU