> >

Elon Musk Jual Saham Tesla Rp102 T Setelah Tantang CEO Twitter Debat Terbuka

Ekonomi dan bisnis | 10 Agustus 2022, 14:15 WIB
Pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

NEW YORK, KOMPAS.TV- CEO Tesla Elon Musk kembali menjual saham Tesla miliknya. Dalam laporan kepada regulator sekuritas setempat, Musk disebut menjual 7,92 juta saham Tesla senilai 6,9 miliar dolar AS, atau sekitar Rp102 triliun (kurs Rp14.800).

Menurut laporan tersebut, Musk yang juga pendiri SpaceX itu melepas sahamnya antara 5 Agustus dan 9 Agustus. Saat ini, Musk masih memiliki 155,04 juta saham di Tesla.

Sebelumnya, Musk juga sudah menjual saham Tesla senilai 8,5 miliar dolar AS (sekitar Rp125 triliun) pada April lalu. Pasar menduga penjualan itu untuk membantu membiayai rencana pembelian Twitter.

Mengutip dari Antara, Rabu (10/8/2022), saham Tesla telah meningkat hampir 15 persen sejak 20 Juli lalu. Yaitu saat perusahaan tersebut melaporkan capaian laba yang lebih bagus dari perkiraan.

Baca Juga: Masih Ribut soal Akun Bot, Elon Musk Tantang CEO Twitter Debat Terbuka

Kinerja saham Tesla juga ditopang oleh sentimen positif terkait undang-undang iklim pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang bertujuan untuk mengangkat batas kredit pajak untuk kendaraan listrik.

 

Penjualan saham Tesla ini terjadi di tengah masalah hukum yang membeli Musk. Ia digugat oleh Twitter karena membatalkan rencana akusisi perusahaan medsos itu secara sepihak.

Terbaru, Musk menantang CEO Twitter Parag Agrawal, untuk debat terbuka mengenai persentase akun bot di platform media sosial tersebut.

"Dengan ini saya menantang @paraga untuk debat terbuka tentang persentase bot Twitter. Biarkan dia membuktikan kepada publik bahwa Twitter memiliki kurang dari 5 persen pengguna harian palsu atau spam!" kata Musk dalam cuitan di akun Twitternya, dikutip Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Elon Musk Diisukan Selingkuh dengan Istri Sergey Brin, Apa Ini Pemicu Brin Cabut Investasi di Tesla?

Musk juga melakukan jajak pendapat yang menanyakan apakah Twitter benar-benar memiliki kurang dari 5 persen pengguna harian palsu.

Elon Musk mengatakan, jika Twitter dapat mengambil sampel sebanyak 100 akun dan mengonfirmasi bahwa akun itu nyata, kesepakatannya untuk membeli perusahaan harus dilanjutkan sesuai dengan ketentuan awal.

"Namun, jika ternyata pengajuan mereka secara material salah, maka seharusnya tidak," ujarnya.

Sebelumnya, Twitter membantah klaim Elon Musk bahwa mereka menipu supaya Musk mau membeli perusahaan tersebut. Twitter menyebut tuduhan itu idak masuk akal dan bertentangan dengan fakta.

Baca Juga: Tesla Beli Nikel Indonesia Rp74 T, Kemungkinan Bangun Pabrik di Jawa Tengah

Dalam berkas tuntutan di Pengadilan Delaware, Musk mengklaim bahwa dia ditipu supaya mau menandatangani kesepakatan.

"Menurut Musk, sang miliuner yang mendirikan banyak perusahaan, dinasihati bankir dan pengacara Wall Street, ditipu Twitter untuk menandatangani kesepakatan merger 44 miliar dolar Amerika Serikat. Cerita tersebut tidak masuk akal dan bertentangan dengan fakta sebenarnya," kata pihak Twitter dalam berkas tuntutan.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU