> >

PT Freeport Dapat Investasi dari Linde Indonesia dengan Nilai Lebih dari 100 Juta Dolar AS

Ekonomi dan bisnis | 21 Juli 2022, 12:33 WIB
Kawasan industri Linde. Linde jalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia dengan berinvestasi senilai lebih dari 100 juta dolar AS. (Sumber: Dok. Linde)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Perusahaan gas dan rekayasa industri global, Linde Indonesia, memberikan investasi senilai lebih dari 100 juta dolar AS ke PT Freeport Indonesia yang ditandai penandatanganan perjanjian kerja sama kedua pihak .

President Director Linde Indonesia, Filipina dan Vietnam, Vinayak Kembhavi, menerangkan, investasi yang diberikan tersebut mencakup pembangunan, pengelolaan kepemilikan, dan pengoperasian unit pemisahan udara (Air Separation Unit/ASU) untuk memasok gas oksigen dan nitrogen kepada fasilitas pemurnian tembaga (smelter) di Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Dengan kata lain, dalam kerja sama tersebut, Linde siap menyediakan pasokan gas industri dengan kemurnian tinggi untuk industri pertambangan PT Freeport Indonesia.

"Kami berbangga untuk dapat mendukung PT Freeport Indonesia sejalan dengan prakarsa perusahaan dalam ekspansi kapasitas produksi," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (21/7/2022).

Fasilitas smelter tembaga yang baru ini, merupakan kawasan pemprosesan tembaga terbesar di dunia. Nantinya akan melakukan pemrosesan konsentrat yang diperoleh dari tambang Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia, salah satu cadangan emas dan tembaga terbesar di dunia.

Baca Juga: Menteri Bahlil Ungkap 30 Perusahaan Asing Akan Pindahkan Pabrik ke RI, Nilai Investasi Rp140 T

Fasilitas terbaru Linde di kawasan ini diharapkan untuk dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2024 dan akan menjadi salah satu unit pemisahan udara (ASU) terbesar di Indonesia.

Adapun unit pemisahan udara yang baru akan hadir sebagai sebuah fasilitas yang dirancang dan disesuaikan untuk dapat menjalankan teknologi mutakhir yang menghadirkan efisiensi energi yang lebih baik secara signifikan.

“Gas oksigen tersebut digunakan pada pemurnian konsentrat tembaga, salah satu dari rangkaian langkah awal dalam proses produksi katoda tembaga,” jelasnya.

Katoda tembaga tersebut dipergunakan sebagai bahan mentah pada berbagai sektor industri, termasuk manufaktur kawat, kabel dan tubing. Tembaga menjalankan peran penting dalam proses elektrifikasi transportasi dan proses industrialisasi.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU