> >

Susul Ekuador, China Turunkan Harga Bensin dan Solar, Sepanjang 2022 Sudah 2 Kali

Ekonomi dan bisnis | 29 Juni 2022, 17:52 WIB
Seorang pekerja mengisi BBM ke kendaraan di salah satu SPBU di China. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

BEIJING, KOMPAS.TV - Pemerintah China akan memangkas harga eceran bensin dan solar mulai Rabu (29/6/2022). Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China menyatakan, harga eceran bensin dan solar akan turun masing-masing sebesar 320 yuan (1 yuan = Rp2.213) dan 310 yuan per ton.

Mengutip Antara, Rabu (29/6), penurunan itu adalah yang kedua kalinya sepanjang tahun ini. Penurunan harga eceran BBM, mengikuti mekanisme penetapan harga yang berlaku.

Yakni, jika harga minyak mentah internasional berubah lebih dari 50 yuan per ton dan tetap berada pada level tersebut selama 10 hari kerja, maka harga produk minyak sulingan seperti bensin dan solar di China akan disesuaikan.

Untuk menjaga pasokan tetap stabil, Pemerintah China meminta China National Petroleum Corporation, China Petrochemical Corporation, dan China National Offshore Oil Corporation untuk menjaga produksi minyak mereka.

Baca Juga: Joe Biden Akan Tangguhkan Pajak BBM, Harga Minyak Dunia Turun

Tiga perusahaan minyak terbesar di China itu juga diminta untuk memfasilitasi pengangkutan guna memastikan kestabilan pasokan.

Hal serupa sebelumnya juga dilakukan oleh Pemerintah Ekuador, namun dengan alasan yang berbeda. Presiden Ekuador Guillermo Lasso menurunkan harga bensin dan solar agar gelombang unjuk rasa selama hampir 2 minggu berhenti.

Pasalnya, aksi tersebut juga berujung pada kericuhan dan sudah menewaskan enam orang. Rakyat Ekuador yang turun ke jalan itu menuntut berbagai hal, termasuk penurunan harga bahan bakar dan makanan.

Selain menurunkan harga BBM, Presiden Lasso juga mengumumkan pemberian subsidi pupuk dan pengampunan utang. Pihaknya juga akan menemui kelompok-kelompok penduduk asli Ekuador pekan ini.

Baca Juga: Presiden Ekuador Turunkan Harga BBM Setelah Aksi Protes Tewaskan 6 Orang

"Saya putuskan untuk menurunkan harga bensin ekstra dan Ecopais (produk bensin) sebesar 10 sen per galon dan juga solar sebesar 10 sen per galon," kata Lasso seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/6).

Lasso menetapkan harga bensin ekstra 2,55 dolar (Rp37.742) per galon dan solar 1,9 dolar pada Oktober tahun lalu, yang memicu serangkaian protes.

Meski diturunkan 10 sen, harga bensin ekstra dan solar per galon masih lebih tinggi daripada yang diminta CONAIE, yang merupakan organisasi masyarakat asli.

 

Penulis : Dina Karina Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Antara


TERBARU