> >

Dimulai 26 Januari, Ini Sejumlah Sektor Bandara Halim yang bakal Direvitalisasi

Ekonomi dan bisnis | 25 Januari 2022, 06:30 WIB
Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Halim Perdanakusuma akan mulai ditutup sementara pada 1 Januari 2021, seiring dimulainya program revitalisasi bandara. (28/12/2021). (Sumber: Bandara Halim Perdanakusuma )

JAKARTA, KOMPAS.TV – Bandara Halim Perdanakusuma akan direvitalisasi untuk meningkatkan fasilitas keamanan dan kenyamanan penguna jasa transportasi udara.

Program revitalisasi ini akan berfokus pada segi keamanan udara atau airside dan juga darat atau landside.

Rencananya, proses revitalisasi akan mulai dilakukan pada tanggal 26 Januari 2022 dan akan memakan waktu hingga tiga bulan ke depan.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Bambang Gunarto menyebutkan, yang akan direvitalisasi adalah landasan pacu, landasan hubung, apron (tempat parkir pesawat).

Baca Juga: Halim Perdanakusuma Akan Tutup Sementara, Sejumlah Penerbangan Dialihkan ke Soetta hingga Kertajati

“Yang jelas dari amanat Perpres dan kerja sama antara Kemenhub dan TNI AU, bahwa program revitalisasi ini adalah untuk meningkatkan fasilitas demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi udara, baik itu dari operator maupun penumpang,” ujarnya kepada KompasTV, Senin (24/1/2022).

Beberapa sektor yang akan direvitalisasi lainnya, yaitu, untuk landside adalah gedung VVIP Lanud Halim atau Gedung Suma.

Gedung tersebut akan direvitalisasi dengan konsep desain yang bisa melayani VVIP dari luar negeri atau dari dalam negeri, seperti presiden dan seluruh pejabat.

Kemudian ada penyehatan landas pacu, landas hubung, ada peningkatan luas landas parkir pesawat.

“Diharapkan ada peningkatan kapasitas dari runway sehingga pesawat-pesawat besar seperti  777 atau 747 bisa mendarat,” ucap Bambang.

Baca Juga: Penerbangan Bandara Halim Dialihkan, Ini Jadwal dan Lokasi Bandara Penggantinya

Revitalisasi airside akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan, termasuk uji coba. Untuk landside akan dilakukan sekitar 5 hingga 6 bulan.

Sementara, untuk operasionalisasi penerbangan rutin akan dilakukan sekitar 3,5 sampai 4 bulan setelah uji coba runway.

 

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU