> >

PLN Krisis Gas Alam Cair, Pemerintah Atasi Situasinya

Bumn | 13 Januari 2022, 21:01 WIB
Ilustrasi kapal pengangkut gas alam cair atau LNG. Harga LNG yang naik tajam membuat krisis energi di sejumlah negara, lantaran LNG digunakan untuk pembangkit listrik (19/10/2021). (Sumber: Bloomberg )

JAKARTA, KOMPAS.TV – PT PLN (Persero) sebelumnya sempat mengalami krisis energi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Namun, pemerintah menyatakan telah mengatasi situasi tersebut.

Terkait hal itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ada informasi krisis energi primer, pemerintah langsung melakukan pengamanan suplai gas alam cair.

"Kami membelokkan LNG yang seharusnya itu berkontrak di luar (negeri), kami tarik ke dalam (negeri), kemudian ini sudah bisa diamankan," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Disebutkannya,  PLN hanya membutuhkan empat kargo untuk Januari, namun kini tersedia lima kargo gas alam cair.

Tambahan satu kargo itu akumulasi defisit gas alam cair yang terjadi beberapa waktu lalu.

PT Pertamina (Persero) dan BP Tangguh telah berkomitmen untuk memasok lima kargo gas alam cair kepada pembangkit listrik milik PLN.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sektor hulu migas berkomitmen memenuhi kebutuhan gas alam cair untuk pembangkit listrik dalam negeri.

“Sektor hulu migas akan menyiapkan 58 kargo gas alam cair yang dipasok dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh,” ujar Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko.

Baca Juga: Perjalanan Kasus Dugaan Korupsi Pembelian LNG, dari Indikasi Ahok hingga Jatuh ke Tangan KPK

Gas alam cair merupakan komoditas yang membutuhkan waktu untuk siap digunakan.

SKK Migas berharap seluruh kargo yang disiapkan untuk PLN dapat diserap ke pembangkit listrik.

Awal beroperasi

Sektor hulu migas memasok gas alam cair untuk domestik sejak tahun 2012.

Saat itu, volume pasokan untuk domestik masih sebesar 14 kargo.

Jumlah tersebut terus meningkat dengan angka tertinggi sebesar 60,6 kargo pada 2019.

Namun, akibat pandemi Covid-19 membuat permintaan gas alam cair menurun sehingga pasokan untuk domestik turun ke 44,9 kargo.

Setelah itu, pada 2021, tren kembali naik dengan jumlah pasokan mencapai 56 kargo.

Dari pasokan gas alam cair untuk domestik tersebut, pasokan untuk sektor kelistrikan menjadi yang paling tinggi.

Pada 2021, dari total pasokan 56 kargo, pasokan untuk sektor kelistrikan mencapai 54 kargo.

Sisanya, untuk sektor industri yang artinya 96,5 persen pasokan gas alam cair untuk domestik digunakan oleh sektor kelistrikan.

"Komitmen untuk mendukung sektor kelistrikan ini akan terus kami jaga seiring semakin strategisnya peranan gas alam sebagai energi transisi," tandas Arief.

Baca Juga: Begini Skema Baru Pengadaan Batu Bara PLN Setelah Dirombak Pemerintah

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU