> >

Disinggung Soal Kesenjangan, Presiden Sebut Nasabah PNM Mekaar Tak Kalah dari Bank Peraih Nobel

Ukm | 11 Desember 2021, 08:10 WIB
Presiden Jokowi pada Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia Tahun 2021 di Jakarta, Jumat (10/12/2021) (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Jumlah nasabah dari Mekaar, sebuah program pinjaman modal usaha ultramikro yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai tak kalah dari Grameen Bank Bangladesh, didirikan oleh Muhammad Yunus yang mendapat penghargaan Nobel.

Hal ini kemukakan oleh Presiden Joko Widodo pada acara Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 yang ditayangkan dalam Kanal Youtube Official TV MUI, Jumat (11/12/2021).

“Grameen Bank totalnya hanya 6,5 juta (nasabah). Dia mendapatkan Nobel. Ini kita sudah 9,8 juta (nasabah), tapi tidak dapat Nobel,” kata Presiden Jokowi pada Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 sebagaimana disaksikan di Youtube Official TV MUI di Jakarta, Jumat.

Untuk itu, lewat PNM Mekaar, Jokowi ingin menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mengatasi persoalan kesenjangan sosial yang menjadi kritikan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.

Ia pun menargetkan jumlah nasabah Mekaar dapat mencapai 20 juta nasabah pada 2024. “Insyaallah sampai 2024 akan mencapai target kita 20 juta. Tapi memang masih banyak karena usaha kecil, usaha mikro, usaha ultramikro kita ada 64 juta. Topangan ekonomi informal kita ini memang sangat-sangat besar sekali,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Jawab Pernyataan MUI: Pemerintah akan Ambil Alih Lahan Terlantar Mulai Bulan Ini

Diketahui, dalam program PNM Mekaar mengalami pertumbuhan sangat pesat saat ini dibandingkan pada 2015, atau sejak program tersebut diluncurkan.

Pada 2015, jumlah nasabah Mekaar hanya mencapai 500 ribu pelaku usaha. Sedangkan pada 2021 ini, jumlah nasabah Mekaar sudah mencapai 9,8 juta pelaku usaha.

“Tahun 2015 kita hanya bisa mengumpulkan 500 ribu usaha mikro, usaha ultramikro yang pinjamannya Rp3 juta sampai Rp5 juta,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak jajaran MUI untuk langsung meninjau program PNM Mekaar pada Januari atau Februari 2022

“Akan saya tunjukkan bagaimana Mekaar, PNM Mekaar ini bekerja yang kecil-kecil dikelompokkan. Kemudian gandeng-renteng, kalau satu enggak bisa mengangsur siapa yang membantu,” ujarnya.

Baca Juga: Kritik Anwar Abbas ke Pemerintahan Jokowi: Kesenjangan Ekonomi Semakin Terjal

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU