> >

Bukan Cuma Indonesia, Ini Daftar Proyek Kereta Cepat Negara Lain yang Biayanya Bengkak

Ekonomi dan bisnis | 19 Oktober 2021, 10:27 WIB
Proses peluncuran girder ke salah satu terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ekonom Faisal Basri menyebut proyek itu mubazir dan tidak akan balik modal sampai kiamat (14/10/2021) (Sumber: KCIC)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/09/2021), PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung membengkak 1,9 miliar dollar AS atau Rp27 triliun (kurs Rp14.300).

Sehingga, dana yang diperlukan meningkat, dari 6,07 miliar dollar AS  atau Rp85 triliun menjadi 7,97 miliar dollar AS atau Rp113 triliun.

Direktur Keuangan KAI Salusra Wijaya menjelaskan, tadinya pembengkakan biaya proyek tersebut diperkirakan mencapai 3,8 miliar dollar AS hingga 4,9 miliar dollar AS.

Kebutuhan penambahan biaya proyek paling banyak terjadi pada biaya konstruksi sekitar 600 juta dollar AS hingga 1,25 miliar dollar AS dan pembebasan lahan sebesar 300 juta dollar AS.

Baca Juga: Faisal Basri: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sampai Kiamat Tidak Balik Modal

Kemudian ada kenaikan biaya keuangan mencapai 200 juta dollar AS, karena beban bunga pinjaman yang besar karena keterlambatan proyek.

Kenaikan biaya juga terjadi untuk biaya pra-operasi dan head office sebesar 200 juta dollar AS. Diantaranya untuk biaya konsultan keuangan, pajak, dan hukum. Keterlambatan proyek otomatis membuat biaya operasional keseharian proyek ikut naik.

Ada juga biaya untuk keperluan lainnya yang naik 50 juta dollar AS. Seperti biaya keperluan sinyal yang bekerja sama dengan Telkomsel.

"Ini memang tough sekali, karena jalurnya banyak dan luas. Masalah lahan juga melewati daerah komersial, bahkan ada kawasan industri yang direlokasi dan ini costly sekali untuk penggantiannya," kata Salusra saat itu.

Namun menurutnya, proyek serupa di negara lain juga banyak yang mengalamai pembengkakan biaya, diantaranya adalah:

Baca Juga: Pemerintah Bantah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh Utang Tersembunyi dari China

1. Kereta Cepat Guangzhou-Shenzen-Hongkong Expres Rail Link (XRL), China 

Awalnya, proyek ini diperkirakan akan menelan biaya investasi sebesar 10,7 miliar dollar AS atau ssetara Rp151,94 triliun dengan kurs Rp14.200. 

Memiliki panjang rute 142 kilometer, pengeluaran belanja modal per kilometernya sebesar 70 juta dollar AS atau sekitar Rp994 miliar.

Namun, proyek ini mengalami cost overrun atau pembengkakan biaya sebesar 2,5 miliar dollar AS atau Rp35,5 triliun. Adapun pembiayaan proyek berasal dari anggaran pemerintah. 

2. Kereta Cepat Taiwan 

Proyek kereta cepat di Taiwan ini diproyeksi akan menelan total investasi awal sebesar 18 miliar dollar AS atau setara Rp255,6 triliun (asumsi kurs Rp14.200)

Dengan panjang rute proyek kereta cepat ini 345 kilometer, dana belanja modal per kilometernya sebesar 50 juta dollar AS atau Rp710 miliar.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Kontan.co.id


TERBARU