> >

Ini Strategi Menteri Teten Cetak 500 Ribu UKM Berorientasi Ekspor

Ukm | 20 April 2021, 13:34 WIB
Menteri Koperasi danUKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). (Sumber: (Dok. Humas Kemenkop UKM))

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan 500 ribu eksportir baru Indonesia yang dicetak dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) berdaya saing global.

Menurut Teten, keberadaan UMKM sangat penting sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

"Saya berharap melalui Serial Konferensi 500K Eksportir Baru dengan tema ‘Memacu Ekspor UKM’ ini dapat efektif merajut ekosistem pengembangan ekspor UKM Indonesia, dapat menghasilkan Road Map Pengembangan 500.000 Eksportir Baru yang sukses dan inovatif," kata Teten dalam keterangannya kepada media, Selasa (20/04/2021).

Baca Juga: Neraca Dagang Maret Surplus US$1,57 M

Berdasarkan data BPS, 64 juta UMKM berkontribusi 60 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB) Indonesia, serta menyerap 97 persen tenaga kerja.

Tapi di sisi lain, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih rendah sebesar 14,37 persen, masih tertinggal dengan negara-negara Asia Pasifik yang tergabung dalam APEC, yang bahkan dapat mencapai 35 persen.

Dari data di atas terlihat, meski banyak UMKM, sedikit yang berorientasi ekspor. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 86 persen pelaku ekspor adalah usaha besar. Fakta juga menyebutkan UKM sulit menembus pasar ekspor, karena berbagai kendala.

Baca Juga: Kementerian Koperasi dan UKM Serahkan Dana Kredit 12 Miliar Rupiah Untuk Revitalisasi Koperasi Susu

Di antaranya pengetahuan yang minim tentang pasar luar negeri, kualitas produk, kapasitas produksi, biaya sertifikasi yang tidak murah, hingga kendala logistik.

"Tantangan UMKM saat pandemi ini adalah kenaikan tarif pengiriman barang hingga 30-40 persen, berkurangnya volume ekspor impor sehingga terdapat pengurangan jadwal kapal dan penerbangan internasional," ujar Teten.

Penulis : Dina Karina Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU