> >

Keringanan Pajak Mobil Bikin Potensi Penerimaan Pajak Hilang Rp 2,3 T

Ekonomi dan bisnis | 16 Februari 2021, 18:08 WIB
Ilustrasi: pungutan pajak. (Sumber: Thinkstock)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Penerimaan negara dari sektor pajak diprediksi akan hilang sebesar Rp 1 triliun - Rp 2,3 triliun rupiah tahun ini. Itu adalah imbas pemberian keringanan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil.

“Penurunan PPnBM dari segmen di bawah 1.500 cc ini akan mengurangi dari sisi revenuenya barangkali angkanya bisa mencapi Rp 1 triliun sampai Rp 2,3 triliunan-an untuk PPnBM dari segmen kategori tadi,” kata
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (16/02/2021).

Baca Juga: Cek Daftar Mobil yang Tak Dapat Keringanan PPnBM

Namun, hilangnya potensi penerimaan pajak itu akan terbayar dengan dampak ekonomi yang luas.

"Pada akhirnya akan menggerakan industri pendukung dan kemudian juga memberikan multiplier effect yang lain," ujar Susiwijono. 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pemberian keringanan PPnBM akan meningkatkan produksi mobil di dalam negeri mencapai 81.752 unit tahun ini. Kenaikan produksi itu juga akan menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Ekonom: Bansos dan Vaksinasi Lebih Efektif Pulihkan Ekonomi Dibanding Bebas PPnBM

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya (11/02/2021).

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif juga akan membawa dampak yang luas bagi sektor
industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai
memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung), di mana industri bahan baku
berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri
menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB (produk domestik bruto) sebesar Rp 700 triliun," ujar Airlangga.

Penulis : Dina-Karina

Sumber : Kompas TV


TERBARU