> >

Menko Airlangga Temui Mendag Singapura, Ada Apa?

Ekonomi dan bisnis | 16 Oktober 2020, 18:59 WIB
jelas Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Airlangga Hartarto . (Sumber: Dok BNPB)

JAKARTA, KOMPASTV. Peluang investasi dan kerjasama terus dibedah celahnya, meski pandemi covid-19 skala global dan Indonesia masih menggulung. Bentuk kerjasama yang diincar pemerintah adalah bilateral alias dua negara. Salah satu yang terwujud adalah dengan Singapura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing bertemu secara virtual, membahas enam kelompok kerja. Di antaranya adalah kerjasama kawasan Batam Bintan Karimun dan kawasan ekonomi khusus lainnya, investasi, transportasi, pariwisata, ketenaga kerjaan dan agribisnis.

Kedua negara sepakat melakukan usaha luar biasa alias extraordinary efforts sekaligus memunculkan terobosan kebijakan baru.

“Tujuannya, untuk memastikan aspek protokol kesehatan yang ketat dan pemulihan perekonomian dapat terus berjalan beriringan,” jelas Airlangg, Jumat 16 Oktober 2020.

Investasi Singapura Ke Indonesia Naik 36%

Mengapa Singapura begitu signifikan bagi Indonesia? Pada tahun 2019, Singapura adalah mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia. Sedangkan bagi Singapura, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam.

Dalam hal investasi langsung dalam negeri, Singapura merupakan sumber utama Foreign Direct Investment (FDI) bagi Indonesia selama kurun waktu 2014-2019. Total investasinya sebesar USD 6,5 miliar di tahun 2019.

Sektor wisata berhasil merangkul 1,61 juta warga Singapura untuk berkunjung ke Indonesia.

Di tengah tren penurunan ekonomi dan krisis global akibat pandemi Covid-19, justru terdapat pertumbuhan nilai investasi yang masuk dari Singapura ke Indonesia. Hingga kuartal II 2020, terdapat kenaikan nilai investasi sebesar 36,19% atau USD 4,67 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 senilai USD 3,43 miliar.

Baca Juga: Menteri Koperasi dan UKM Bantu 30 Miliar untuk Tingkatkan Ekspor Edamame ke Jepang

Ekspor Indonesia Ke Singapura Turun

Berbeda dengan investasi Negeri Merlion yang menanjak, angka ekspor Indonesia ke Singapura justru menurun 15,06% secara tahunan, dari USD 8,74 miliar menjadi USD 7,42 miliar di akhir Agustus lalu. Airlangga menghitung, penurunan ini diakibatkan perlambatan ekonomi yang terpukul pandemi sejak awal tahun.

Baca Juga: Keindahan Pulau Sugi di Batam

Resesi semakin nyata dengan bukti, angka impor yang juga anjlok 28,26% dari Singapura. Yaitu dari USD 11,41 miliar menjadi USD 8,1 miliar.

Airlangga berharap, kerjasama enam sektor strategis dengan Singapura, bias mendukung kedua Negara keluar dan bangkit dari resesi. (Dyah Megasari)

Penulis : Dyah-Megasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU