> >

Mengaku Khilaf, Anggiat Pasaribu Minta Maaf kepada Arteria Dahlan dan Keluarga hingga TNI AD

Berita utama | 24 November 2021, 18:38 WIB
Ungahan video yang menampilkan rekaman peristiwa ribut-ribut ibunda Arteria Dahlan dengan seorang perempuan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (21/11/2021). Anggiat Pasaribu, perempuan yang cekcok dengan ibunda politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, mencabut laporannya di kepolisian dan meminta maaf. (Sumber: Tangkapan Layar Instagram)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggiat Pasaribu, perempuan yang cekcok dengan ibunda politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, mencabut laporannya di kepolisian dan meminta maaf.

Anggiat Pasaribu atau Rindu, menyampaikan permohonan maaf kepada Arteria Dahlan dan ibunya atas insiden yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta di Mapolresta Soekarno Hatta.

“Mohon maaf atas kekhilafan saya dan kegaduhan yang ada gitu. Saya minta maaf terutama ke keluarganya Pak Arteria Dahlan, ibunya, ibu gitu ya, saya minta maaf sekali atas kekhilafan saya,” ucap Anggiat Pasaribu di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/11/2021).

“Saya minta maaf juga ke TNI Angkatan Darat yang sudah ramai dan gaduh, polisi, rekan-rekan, masyarakat atas kegaduhan ini, saya minta maaf.”

Setelah memberikan pernyataan, Anggiat Pasaribu kemudian pingsan dan setelah sadar langsung dibawa ke rumah sakit oleh pihak keluarga.

Sebelumnya, Anggiat Pasaribu memberi pernyataan dan pingsan. Kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan sudah lebih dulu membeberkan alasan di balik sikap kliennya kepada Arteria Dahlan dan ibunya.

Baca Juga: Wanita Mengaku Anak Jenderal yang Cekcok dengan Arteria Dahlan Akan Diperiksa Polisi Besok

Menurut Clanse, Anggiat ketika itu menahan buang air kecil dan tengah merasakan sakit gigi.

“Kondisi Ibu Anggiat Pasaribu kebetulan pada saat perjalanan dari Bali kembali ke Jakarta kondisi giginya lagi kumat, kumat, terus mungkin di pesawat juga nahan pipis,” ujarnya.

“Namanya perempuan kalau sudah nahan sesuatu, nggak stabil. Jadi kopernya Ibu (Arteria Dahlan) itu dilangkahi, itulah jadi pemicu.”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU