> >

Ramai "Prank" Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio, JK: Tidak Masuk Akal

Peristiwa | 5 Agustus 2021, 16:13 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla saat meninjau lokasi gedung usai meresmikan Menara Kompas, gedung baru Kompas Gramedia, di Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018). (Sumber: (KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla buka suara mengomentari kasus donasi sebesar Rp2 triliun dari Akidi Tio yang diduga “prank”.

Pria yang akrab disapa JK ini meminta kasus itu untuk dihentikan, pasalnya dia menilai besarnya sumbangan itu sendiri tidak masuk akal.

"Saya kira ini tidak usah diperpanjang, hentikan saja," kata Jusuf Kalla berbicara dalam acara Catatan Demokrasi, Selasa (3/8/2021).

JK mengatakan dari awal besarnya sumbangan itu sudah tidak masuk akal, terlebih nominal itu diberikan secara pribadi.

“Semuanya tidak masuk akal lah, seperti saya katakan, kalau ada yang menyumbang Rp2 triliun, setidak-tidaknya dia memiliki uang Rp10 triliun. Tidak mungkin semua hartanya disumbangkan kan?,” ujar JK

“Jadi ini masalah logika saja, masalah akal sehat,” sambungnya.

Baca Juga: Hotman Paris Anggap "Prank" Rp 2 Triliun Akidi Tio Tak Masuk Kategori Pidana

Jusuf Kalla juga menyebut, pemerintah tidak perlu turun tangan untuk mengurai benang kusut terkait keberadaan sumbangan Rp2 triliun.

"Tidak usah (pemerintah turun tangan), yang paling penting Bapak Kapolda saja bilang hentikan, karena semuanya salah," jelas JK.

Terlebih, JK mengatakan sumbangan tersebut awalnya diberikan secara pribadi kepada Kapolda Sumsel.

Penulis : Dian Septina Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU