> >

Pentingnya Peran Keluarga Dalam Membentuk Karakter Anak

Kg media | 9 Maret 2022, 04:30 WIB
Dongeng Pilihan Orangtua, siniar yang bisa dipilih para orang tua untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Orang tua merupakan kunci penting dalam proses perkembangan anak, didukung juga oleh sekolah lingkungan.

Orang tua yang bijaksana akan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang agar mewarisi sifat-sifat atau kepribadian yang baik.

Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk membesarkan, mendidik, dan merawat anak agar bisa menjadi 'permata' bagi sekitar. 

Banyak yang berpendapat jika tanggung jawab mendidik seorang anak didominasi oleh ibu.

Padahal, peran ayah sama pentingnya untuk membangun kebijaksanaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak. 

Peran orang tua dalam membentuk karakter anak dilakukan sejak anak usia dini.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang tepat untuk menumbuhkan dasar-dasar pendidikan karakter sesuai dengan perkembangannya.

Dalam siniar Dongeng Pilihan Orangtua bertajuk 'Dongeng Siapa Hewan Terkuat?', Gaga si gajah Sumatra dan Bembi si beruang madu saling beradu kekuatan.

Karena angkuh, pertandingan dimenangkan oleh semut. Gaga menyesal dan menyadari bahwa setiap hewan memiliki kelemahan serta kekuatannya masing-masing. 

Sifat sombong bisa dihindari jika orang tua turut menanamkan karakter positif pada anak.

Ayah dan ibu bisa saling memberi contoh teladan yang baik agar anak bersikap rendah hati. 

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan usaha maksimal dari orang tua sebagai pendidik dalam keluarga.

Melansir kemdikbud.go.id, berikut cara membangun karakter anak yang perlu diketahui orang tua: 

Pengaruh Faktor Bawaan dan Lingkungan 

Ada dua faktor penting yang memengaruhi pembentukan karakter anak, yaitu bawaan dari dalam diri anak dan cara pandang anak terhadap dunia, seperti pengetahuan, prinsip-prinsip moral, bimbingan, pengalaman, serta interaksi orang tua dan anak.

Lingkungan yang positif juga sangat berpengaruh pada tahap tumbuh kembang anak.

Anak belajar lewat meniru. Dalam prosesnya, input yang diterima anak baik itu suara, tulisan, atau visual akan masuk ke dalam pikirannya, kemudian diproses oleh otak sehingga menjadi dorongan terhadap karakter dan perilaku anak. 

Bentuk lingkungan yang positif antara lain menonjolkan tulisan yang memotivasi dan mendidik, menayangkan tayangan televisi yang positif, dan memberikan tutur bahasa yang baik.

Hal ini dapat diberikan dengan media bacaan seperti buku, percakapan, maupun tayangan yang ditonton anak.

Orang Tua yang Berkarakter, Menumbuhkan Anak yang Berkarakter

Jika orang tua menginginkan anak memiliki karakter positif, maka ibu dan ayah juga harus memiliki karakter yang positif.

Orang tua dituntut untuk menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari dan memperlakukan anak sesuai dengan hal tersebut. 

Contohnya, jika ayah dan ibu ingin mengembangkan sifat peduli dalam diri anak, maka orang tua juga wajib menerapkan perilaku itu.

Sikap peduli dapat dimulai dengan mendengarkan keluh kesah anak atau membantu orang lain yang sedang kesusahan. 

Sebuah penelitian menunjukkan, beberapa nilai karakter yang diberikan orang tua kepada anak dalam lingkungan keluarga, antara lain

  1. Disiplin yang akan berpengaruh terhadap kerja keras, komitmen pada tujuan, melatih diri agar mandiri, dan menghindari perilaku tidak baik.
  2. Ketekunan untuk melatih kesabaran anak dan berani mencoba hal baru.
  3. Tanggung jawab, yaitu anak diberi kebebasan dalam menjalankan kewajibannya, dan dapat dipercaya ketika diberi tugas.
  4. Sikap rendah hati, agar anak tidak merugikan diri sendiri dengan sifat sombong.
  5. Tata krama, yaitu anak diajari agar dapat memilah dan memilih tindakan yang baik dan buruk.
  6. Kejujuran, nilai ini wajib dibiasakan pada anak sejak kecil.
  7. Cinta kepada Tuhan, orang tua diharapkan dapat mengajarkan nilai-nilai religius kepada anak dengan menanamkan nilai-nilai kebajikan. 

Mencintai Anak Tanpa Syarat

Setiap anak membutuhkan perhatian, penghargaan positif, dan cinta tanpa syarat.

Hal ini berguna agar anak dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang ada dalam dirinya dengan baik.

Anak juga akan memperlakukan orang lain dengan penuh cinta dan perhatian, jika ia mendapat hal yang sama dari orang tua dan keluarganya. 

Namun perlu dicatat, orang tua tetap boleh menegur jika anak berperilaku negatif. Tunjukkan kesalahan atas sikap atau perbuatannya.

Selain itu, tetap berikan penghargaan pada anak. Cinta tanpa syarat berfokus pada “pribadi” anak, sedangkan kedisiplinan pada perilaku atau sikap.

Siniar Dongeng Pilihan Orangtua tayang setiap Senin, Rabu, dan Jumat melalui Spotify, atau bisa diakses melalui tautan berikut. 

SINIAR DONGENG PILIHAN ORANGTUA

Penulis: Alifia Riski Monika & Ristiana D. Putri

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU