Kompas TV religi beranda islami

Kisah Seorang Ayah yang Dituduh Mengambil Harta Anaknya, Nabi Muhammad pun Menangis Mendengarnya

Kompas.tv - 9 September 2021, 03:05 WIB
kisah-seorang-ayah-yang-dituduh-mengambil-harta-anaknya-nabi-muhammad-pun-menangis-mendengarnya
Ilustrasi surat ucapan untuk Hari Ayah. (Sumber: iStock)
Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mendengar kisah ini, Nabi Muhammad pun meneteskan air mata. Ini terjadi ketika seorang laki-laki datang menemui beliau dengan alasan yang cukup ganjil: uang sang anak dihabiskan oleh ayahnya tanpa izin.

Rasulullah lalu memanggil ayah orang itu. Lalu datanglah seorang yang renta. Ia berjalan dengan pelan, tertatih-tatih dan hanya bersandar pada tongkat.

“Betulkah uang anakmu telah kauambil dan habiskan tanpa izin?” tanya Nabi Muhammad.

Lelaki itu menangis.

“Wahai Junjunganku, Nabi Muhammad,” ujarnya sambil terisak sambil menyeka air mata.

Baca Juga: Pola Makan Sehat Ala Nabi

Ia lalu melanjutkan cerita, “Dulu, ketika aku kuat dan anakku lemah. Ketika aku kaya raya dan anakku miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan dia. Bahkan terkadang, aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan."

Nabi Muhammad terdiam, begitu pula anak yang tadi melaporkan.

"Sekarang aku telah tua dan lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya."

Lelaki itu berhenti sejenak, menundukkan kepala dan terisak. Rasulullah memegang tangan lelaki itu dan memintanya kembali menuntaskan apa yang hendak ia bicarakan.

"Dahulu aku menyediakan makan untuknya. Aku begitu menyayanginya. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia,” urai lelaki renta itu.

Baca Juga: Ketika Malaikat Jibril Menyamar dan Menemui Nabi untuk Bayarkan Utang Orang yang Wafat

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara yang turun melalui janggutnya.

“Baiklah,” kata Rasulullah bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu kini jadi milikmu…”

Sontak, hal ini membuat Ayah dan anak itu menangis, mereka berpelukan dan saling meminta maaf.

Anak tadi merasa bersalah. Selama ini ia keliru telah berbuat tidak adil kepada ayahnya. Mereka berdua bersedih, apalagi membuat Rasulullah sampai menitikkan air mata.

Apakah Nabi Muhammad teringat almarhum ayahnya yang bernama Abdullah? Seorang laki-laki yang begitu baik hati dan hanya ia dengar ceritanya dari orang-orang, seorang yang sedari kecil belum pernah ia temui sepanjang hidupnya itu?! Wallahu a'lam bisshowab.

 



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.