Kompas TV regional jawa timur

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu Setinggi 1.000 M, Warga Diminta Hindari Besuk Kobokan

Kompas.tv - 15 Februari 2024, 08:15 WIB
gunung-semeru-erupsi-pagi-ini-lontarkan-abu-setinggi-1-000-m-warga-diminta-hindari-besuk-kobokan
Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur pada Rabu (8/11/2023). Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 1.000 meter (m) di atas puncak pagi ini, Kamis (15/2/2024).  (Sumber: ANTARA/HO PVMBG)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, dilaporkan kembali mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 1.000 meter (m) di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyebut erupsi tersebut terjadi pada pukul 06.28 WIB.

"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 15 Februari 2024, pukul 06:28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut)," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2024).

Ia menambahkan, erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

Erupsi, lanjut dia, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.

Sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas apa plun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya, dikutip dari laman MAGMA Indonesia.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 800 Meter ke Arah Tenggara, Sudah ada 19 Gempa Letusan

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu (pijar).

"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," jelasnya.

Sebagai informasi, sepanjang pagi ini tepatnya pada periode 00.00 hingga 06.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Semeru telah mengalami erupsi dua kali.

Pertama terjadi pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut).

Kemudian erupsi kedua pukul 04.59 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). 

Adapun saat ini status Gunung Semeru berada di Level III atau siaga. Hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.

Baca Juga: Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Radius 3,5 Km


 




Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x