Kompas TV nasional peristiwa

Unjuk Rasa Depan Gedung DPR: Dukung Penggunaan Hak Angket dan Tolak Hasil Pilpres 2024

Kompas.tv - 5 Maret 2024, 14:28 WIB
unjuk-rasa-depan-gedung-dpr-dukung-penggunaan-hak-angket-dan-tolak-hasil-pilpres-2024
Sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi di depan Gedung DPR RI pada Selasa (5/3/2024), untuk mendukung pelaksanaan hak angket oleh DPR RI. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi di depan Gedung DPR RI pada Selasa (5/3/2024), untuk mendukung pelaksanaan hak angket oleh DPR RI.

Seorang orator dalam orasinya mengatakan,  mereka berkumpul dalam rangka menolak ketidakbecusan penyelenggaraan pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka kita menolak ketidakbecusan dalam penyelenggaraan pemilu,” ucapnya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Mereka juga menyampikan surat dukungan penggunaan hak angket tersebut untuk menyikapi situasi politik yang terjadi saat ini.

“Menyikapi situasi politik yang terjadi di masyarakat pada saat ini semakin memprihatinkan pasca pemilu 2024 yang sangat mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.”

Baca Juga: Fraksi Demokrat Herman Khaeron Bicara Hak Angket hingga Makan Siang Gratis di Rapat Paripurna

Orator juga membacakan sejumlah petisi yang salah satu isinya adalah menolak hasil Pilpres pada Pemilu 2024.

“Menolak hasil pilpres yang dihasilkan pada tanggal 14 Februari 2024.”

“Kedua, meminta dilaksanakan pemilihan ulang presiden dan wakil presiden 2024 dan mengganti para komisioner KPU dan Komisioner Bawaslu,” tambahnya membacakan petisi.

Ketiga, memprotes keras deklarasi kemenangan paslon nomor dua yang dilakukan berdasarkan quick count.

“Keempat, meminta Bawaslu untuk memproses secara hukum paslon nomor dua atas deklarasi kemenangan tersebut.”

Kelima, mereka juga meminta kepada pihak berwenang untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor 02.

Orator lain dalam aksi unjuk rasa tersebut mengatakan, pihaknya berharap agar para wakil rakyat berkenan menyambut aspirasi mereka.

Baca Juga: Luluk Nur Hamidah PKB: Melalui Hak Angket, Kita Akan Temukan Titik Terang

“Kita batasi maksimal lima menit (tiap orang berorasi) karena jam 3 sore kita ingin supaya para wakil rakyat yang di dalam menghampiri masa aksi dan kemudian menyambut aspirasi kita tentang realisasi hak angket kecurangan pemilu.”

“Tentang penolakan kenaikan harga sembako, dan tentang makzulkan atau lengserkan Jokowi dengan segera,” tambahnya.


 

Aksi tersebut juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas oleh sejumlah orang.



Sumber : Kompas TV

BERITA LAINNYA



Close Ads x