Kompas TV nasional peristiwa

Jokowi Wanti-wanti Sekolah Tak Tutupi Kasus Bullying demi Nama Baik: Sebaiknya Diselesaikan

Kompas.tv - 2 Maret 2024, 17:20 WIB
jokowi-wanti-wanti-sekolah-tak-tutupi-kasus-bullying-demi-nama-baik-sebaiknya-diselesaikan
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara pembukaan kongres XXIII PGRI 2024, Sabtu (2/3/2024). (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti sekolah untuk tidak menutup-nutupi kasus bullying atau perundungan yang belakangan marak terjadi.

Hal ini disampaikan saat Jokowi membuka acara Kongres XXIII PGRI, Sabtu (2/3/2024). Mulanya, ia menyinggung soal bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik agar Indonesia bisa melompat menjadi negara maju.

Kualitas dan produktivitas generasi muda menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi. Untuk itu, sekolah dan tenaga pendidik, termasuk guru, memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Korban Bullying SMA Binus Serpong: Aku Digebukin, Kok Enggak Ada yang Percaya Sama Aku?

Jokowi pun mengungkapkan keresahannya terkait kasus bullying atau perundungan yang kian marak. Parahnya, perundungan ini tak sedikit yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Lingkungan sekolah aman nyaman penting untuk mencetak siswa unggul. Saya sangat khawatir akhir-akhir ini terjadinya kasus bullying, perundungan, kekerasan, pelecehan, bahkan ada memakan korban jiwa,” ucap Jokowi.

Ia menegaskan bahwa kasus serupa tidak boleh terjadi lagi karena sekolah harus menjadi safe house atau rumah yang aman bagi para siswa. Dengan demikian siswa bisa belajar, bertanya, berkreasi, dan bersosialisasi.

Kepala Negara menaruh harapan yang besar pada guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia mengimbau agar guru bisa menjadi aktor dalam pencegahan perundungan atau kekerasan di sekolah.

Baca Juga: Santri Tewas Dianiaya di Kediri, Polisi Sebut Korban Alami Luka di Separuh Badan ke Atas

Apabila ada kasus perundungan terjadi, Jokowi mengimbau untuk menguataman hak-hak korban.

Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar sekolah tidak menutup-nutupi kasus bullying hanya demi nama baik sekolah.


“Jangan sampe kasus bullying ditutupi, tapi diselesaikan. Biasanya kasus bullying ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki,” ucapnya.



Sumber : Kompas TV

BERITA LAINNYA



Close Ads x