Kompas TV nasional peristiwa

Dua Pasien Covid-19 di Palembang dan Tarakan Meninggal Dunia, Punya Komorbid dan Belum Vaksin

Kompas.tv - 19 Desember 2023, 10:26 WIB
dua-pasien-covid-19-di-palembang-dan-tarakan-meninggal-dunia-punya-komorbid-dan-belum-vaksin
Ilustrasi antibodi lawan covid-19 (Sumber: kompas.com)
Penulis : Danang Suryo | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengumumkan adanya dua kasus kematian akibat Covid-19, Selasa (19/12/2023). Kasus ini terjadi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan RSUD Tarakan, per Senin, 18 Desember 2023.

"Satu pasien meninggal sudah divaksin dua kali dan memiliki komorbid. Satunya lagi belum pernah divaksin dan mengalami infeksi paru-paru," jelas Maxi dikutip dari Antara.

Pasien yang meninggal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang ini telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 tetapi memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Baca Juga: Covid-19 Varian JN.1 Ditemukan di Jakarta dan Batam, Dikhawatirkan Pengaruhi Pola Penularan

Sementara pasien yang meninggal di RSUD Tarakan belum pernah divaksinasi dan mengalami infeksi paru-paru.

Pemerintah juga melaporkan adanya 2.243 kasus baru penularan Covid-19 per18 Desember 2023, termasuk dua kasus kematian.

Penemuan Varian JN.1 di Jakarta dan Batam

Adapun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengonfirmasi temuan kasus penularan varian JN.1 di wilayah DKI Jakarta dan Kota Batam.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Wakil Presiden: Pemerintah Sudah Mulai Monitor

Kasus-kasus infeksi SARS-CoV-2 varian JN.1 ini ditemukan di Jakarta Selatan pada 11 November, Jakarta Timur pada 23 November, dan terbaru di Batam pada 13 Desember.

Varian JN.1 ini berkaitan erat dengan varian BA.2.86 dan menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap pola penularan dan tingkat keparahan Covid-19.

Meskipun ada dua kasus kematian akibat Covid-19 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan RSUD Tarakan, Maxi menekankan bahwa kematian ini tidak disebabkan oleh varian JN.1.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Dinkes Kembali Terapkan Prokes di Pintu Masuk dan Keluar Papua Selatan

Maxi juga menyatakan bahwa hasil whole genome sequencing pada pasien yang sebelumnya dilaporkan meninggal di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso Jakarta tidak menunjukkan adanya varian JN.1.

"Yang meninggal di RSPI hasil whole genome sequencing-nya tidak ada yang JN.1," kata dia.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi risiko penularan.

Maxi menyerukan agar masyarakat tidak menunda vaksinasi dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

"Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat di puskesmas atau Kantor Kesehatan Pelabuhan. Jangan ditunda-tunda," ungkap Maxi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di DKI Naik, Masyarakat Gunakan Transportasi Umum Diminta Pakai Masker


 



Sumber : Antara

BERITA LAINNYA



Close Ads x