Kompas TV nasional peristiwa

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Lontarkan Abu Setinggi 800 Meter

Kompas.tv - 3 Desember 2023, 10:38 WIB
gunung-anak-krakatau-erupsi-lagi-lontarkan-abu-setinggi-800-meter
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau erupsi. Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan,  Lampung, kembali erupsi pagi ini Minggu (3/12/2023). (Sumber: Kompas.com/Dok.PVMBG)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan,  Lampung, kembali erupsi pagi ini, Minggu (3/12/2023).

Mengutip laman Magma Indonesia erupsi tersebut terjadi pada pukul 09.08 WIB.

Adapun tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 957 meter di atas permukaan laut.

Sementara Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 72 milimeter dan durasi sekitar 34 detik.

Kendati demikian, gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. 

Baca Juga: Gunung Merapi Siaga, Dua Kali Keluarkan Dua Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter dan 1.200 Meter

Meski begitu, masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tetap dimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

Untuk diketahui, ini merupakan letusan gunung Anak Krakatau yang kedua pada Minggu pagi ini.

Adapun letusan pertama pada pagi ini terjadi pukul 06.26 WIB dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak atau 957 meter di atas permukaan laut.

Letusan tersebut memiliki kolom abu yang teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Sementara itu erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 28 detik.

Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi, sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusannya berkisar antara satu sampai enam tahun.

Baca Juga: Nikmati Keanggunan Bunga Amarilis Mekar Tiap Tahun di Gunungkidul, Cocok untuk Selfi



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.