Kompas TV nasional politik

Gus Yahya: Insyaallah NU Tidak Akan Pernah Jauh-Jauh dari Jokowi

Kompas.tv - 18 September 2023, 11:32 WIB
gus-yahya-insyaallah-nu-tidak-akan-pernah-jauh-jauh-dari-jokowi
Foto Arsip. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan NU tidak akan pernah jauh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sumber: Twitter @YahyaCStaquf)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan NU tidak akan pernah jauh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Gus Yahya, sapaan karibnya, saat memberikan sambutan dalam pembukaan musyawarah nasional (Munas) alim ulama dan konferensi besar (Konbes) PBNU di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta, Senin (18/9/2023).

"Insyaallah NU juga tidak akan pernah jauh-jauh dari Ir. Hj. Joko Widodo," kata Gus Yahya di hadapan Jokowi yang turut hadir dalam acara tersebut.

Adapun pernyataan ini diungkapkan Gus Yahya, pasalnya selama dia menjabat sebagai Ketum PBNU, Jokowi terus bersama dengan warga NU sampai titik ini.

"Saya sepenuhnya merasakan sejak memulai (masa) hikmat ini, Bapak Presiden tidak pernah jauh-jauh dari PBNU," kata Yahya yang memulai kepemimpinannya pada akhir Desember 2021.

"(Presiden) senantiasa membersamai PBNU, sampai titik ini," ucap dia.

Gus Yahya menjelaskan sentuhan langsung yang diberikan Presiden Jokowi kepada PBNU, di antaranya yakni menjabarkan proyek pembangunan sarana pendidikan yang diberikan Jokowi untuk NU.

"Kami membangun satu proyek pemandu yang terkait dengan pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan NU yang kami tempatkan di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, dan sudah ada satu set program yang terpadu dan strategis," ucapnya.

"Alhamdulillah dengan bimbingan dan ikhtiar langsung dari Bapak Presiden Jokowi sejak dimulainya masa hikmat kepengurusan ini, beliau berhasil mengarahkan didirikan satu gedung baru bagi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta ini, dan saat ini sudah siap untuk ditempati," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Hadiri Munas-Konbes NU Hari Ini, Didampingi Prabowo hingga Erick Thohir

Bukan hanya itu, lanjut dia, Jokowi secara pribadi juga mengajak pimpinan negara Uni Emirate Arab (UEA) untuk ikut membantu NU.

"Sehingga kemudian ada komitmen untuk pertama membangunkan satu gedung lagi sebagai tambahan dari gedung yang sudah selesai dibangun ini untuk Universitas NU di Yogyakarta," ucapnya.

Bahkan, kata dia, Jokowi juga membawa NU bekerja sama dengan MBZ University of Humanities (Uni Emirat Arab) untuk membangun School of Futures Studies di Indonesia.

"MoU sudah saya tanda tangani di Abu Dhabi dengan pimpinan MBZ University for Humanities. Dan insyaallah segera komitmen tersebut segera dilaksanakan," ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung PBNU yang saat ini sedang merancang program Gerakan Keluarga Maslahat NU. 

Untuk menyukseskan program ini, Gus Yahya mengatakan terdapat struktur Dewan Pengampu yang diisi oleh Jokowi, Mustofa Bisri, Ma'ruf Amin, Miftachul Akhyar dan Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid.

Baca Juga: Jokowi: Partai-Partai Koalisi Masih Belum Jelas, Jangan Grusa-Grusu



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x