Kompas TV nasional kesehatan

Siap-Siap, Menkes Beri Sinyal Vaksin Booster Covid-19 Berbayar untuk Non-PBI!

Kompas.tv - 24 Januari 2023, 18:59 WIB
siap-siap-menkes-beri-sinyal-vaksin-booster-covid-19-berbayar-untuk-non-pbi
Seorang apoteker menyuntikkan booster vaksin Moderna Covid-19 di klinik vaksinasi di Lawrence, Amerika Serikat, pada Rabu, 29 Desember 2021. Regulator AS telah mengizinkan penggunaan vaksin booster Covid-19 dengan formula baru. (Sumber: AP Photo/Charles Krupa, File)
Penulis : Danang Suryo | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan sinyal terkait vaksin booster Covid-19 bakal berbayar untuk mereka yang bukan penerima bantuan iuran atau non-PBI, Selasa (24/1/2023).

Sinyal ini dilontarkan Budi ketika menghadiri rapat kerja Komisi IX DPR, Selasa (24/1/2023).

"Dan itu hanya vaksin dalam negeri, sedangkan vaksin yang lainnya akan kita masukkan vaksinasi rutin saja seperti vaksinasi influenza, jadi toh harganya berkisar antara USD5 sampai USD10," tutur Budi, Selasa dikutip dari Kompas.com.

Budi mengatakan nantinya masyarakat non-PBI bisa membeli vaksin secara mandiri melalui apotek.

Baca Juga: Tingkat Pasien di RS Tinggi, Menkes Imbau Lansia Segera Lakukan Vaksinasi Covid-19

"Sebanyak USD10 kan artinya masih di bawah Rp200.000, jadi untuk yang non-PBI masyarakat nanti akan kita buka bisa membeli vaksinnya sendiri dari apotek-apotek," terang Budi.

Budi menggolongkan vaksin untuk PBI dimaksudkan agar beban negara fokus untuk membantu masyarakat miskin.

Vaksin Covid-19 nantinya akan digolongkan sebagai vaksinasi rutin bebarengan dengan vaksin influenza dan meningitis.

Baca Juga: Hari Ini Vaksin Booster Kedua Covid-19 Mulai Diberikan: Perhatikan Aturan, Syarat, dan Jenisnya

Budi juga mengungkapkan stok vaksin yang dimiliki Indonesia hanya mencapai angka 9,3 juta saja. Vaksin tersebut terdiri dari vaksin produksi dalam negeri, hasil hibah, dan sisa kontrak pembelian vaksin.

Sementara terkait pembelian vaksin, Budi mengatakan akan memborong vaksin dalam negeri.

"Vaksin kita masih 9,3 juta stok. Pembelian kita arahkan ke dalam negeri," ujar Budi.


 



Sumber : Kompas.com

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.