Kompas TV nasional peristiwa

Warga Pencegat Ambulans Bantuan Gempa Cianjur Minta Maaf, Sempat Diamankan Polisi Kini Dipulangkan

Kompas.tv - 24 November 2022, 07:09 WIB
warga-pencegat-ambulans-bantuan-gempa-cianjur-minta-maaf-sempat-diamankan-polisi-kini-dipulangkan
Potongan video viral di media sosial saat sejumlah warga mengadang mobil relawan yang ingin mengirimkan bantuan korban gempa Cianjur yang berada di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur. (Sumber: Twitter @Kangjaill/TribunJabar)
Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Iman Firdaus

CIANJUR, KOMPAS.TV - Peri Permana, Rosadi, dan Juhendi, tiga warga Kampung Kabandungan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, minta maaf karena telah mengadang mobil ambulans untuk bantuan gempa Cianjur. 

Mereka mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka. Ketiganya juga meminta agar tindakan yang mereka lakukan tidak diikuti oleh para korban gempa Cianjur lainnya.

"Sehubungan dengan viralnya perbuatan yang kami lakukan, yaitu mengadang relawan bantuan sosial di Kabupaten Cianjur, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat Cianjur yang resah dengan perbuatan kami," ujar salah satu pelaku, Peri,  dalam video yang diunggah Polres Cianjur di instagram, Rabu (23/11/2022) malam. 

"Kami mengakui perbuatan kami salah. Untuk warga Cianjur yang terdampak gempa untuk tidak mengikuti dan mecontoh perilaku kami," kata Peri.


Adapun ketiganya sempat diamankan oleh di Polres Ciganjur, namun kini sudah dipulangkan. 

"Mereka tadi sempat dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diberikan pembinaan, tetapi ketiganya sudah dipulangkan kembali," Jata Humas Polres Cianjur, Ipda Nanang Suryana saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (23/11/2022), malam dikutip dari Tribun Jabar.

Baca Juga: Viral Sejumlah Warga Cegat Ambulans Pengangkut Bantuan Korban Gempa Cianjur, Ini Kata Polisi

Nanang mengatakan, ketiga warga itu juga merupakan warga yang terdampak bencana gempa di Cianjur. Namun, karena tidak sabar menunggu bantuan sehingga mereka mengadang mobil logistik. 

Sebelumnya diberitakan sejumlah warga di Kampung Kabandungan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jabar, mencegat sejumlah iring-iringan mobil dan ambulans yang membawa bantuan untuk korban gempa Cianjur.

Video warga mencegat bantuan yang dikirim menggunakan mobil ambulans ini sempat viral di media sosial. 

Awalnya mobil ambulans yang berisi bantuan itu hendak menuju Desa Sarampad yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak gempa Cianjur M 5,6 pada Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Derita Korban Gempa Cianjur saat Malam Tiba: Penerangan Terbatas, Nyamuk Berkecamuk

Gempa mengakibatkan jalan hingga rumah rusak parah. Akses jalan yang menghubungkan Kampung Cisarua dan Kampung Sarampad pun terputus. Selain itu, banyak rumah yang rata dengan tanah.

Dalam perjalanan menuju Desa Sarampad, sejumlah warga dari Kampung Kabandungan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur mencegat iring-iringan mobil bantuan korban gempa.

Warga tersebut meminta agar bantuan diturunkan di desanya. Salah satu relawan di dalam mobil menjelaskan kepada warga yang mengadang bahwa kehadiran tim adalah untuk memberi bantuan dalam keadaan darurat.

Namun, sejumlah warga itu tetap ngotot agar bantuan tetap diturunkan untuk desanya. Alhasil, rombongan yang membawa bantuan terpaksa mundur. 



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.