Kompas TV nasional politik

KPU Dituntut Ciptakan Peraturan yang Inovatif agar Masalah pada Pemilu 2019 Tak Terulang

Kompas.tv - 2 Maret 2022, 01:30 WIB
kpu-dituntut-ciptakan-peraturan-yang-inovatif-agar-masalah-pada-pemilu-2019-tak-terulang
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa (Sumber: Kompas.com)
Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menciptakan Peraturan KPU (PKPU) yang lebih inovatif. Hal ini untuk mencegah terulangnya masalah-masalah yang terjadi pada Pemilu 2019. 

"Tentu tadi bagaimana PKPU itu menjadi lebih inovatif tanpa bertentangan dengan UU Nomor 7 tahun 2017. PKPU yang inovatif sebagai jawaban atas persoalan Pemilu 2019 itu menjadi penting," kata Saan saat menghadiri diskusi Kompas XYZ Forum, Selasa (1/3/2022). 

Baca Juga: Beda Sikap MUI, PBNU dan PP Muhammadiyah soal Tunda Pemilu yang Digulirkan Elite Parpol

Politikus Partai Nasdem itu menyoroti peristiwa meninggalnya ratusan panitia pemungutan suara pada Pemilu 2019 lalu. Oleh sebab itu, kata Saan, KPU harus bisa membuat PKPU yang mencegah kejadian tersebut terulang. 

"Karena beban tinggi, banyak yang meninggal. Kedua, selain itu juga ada yang namanya ketimpangan antara Pilpres (Pemilu Presiden) dan Pileg (Pemilu Legislatif) terkait soal perimbangan yang lebih menitikberatkan kepada Pilpres," ujarnya. 

Menurut dia, KPU harus menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan nanti dengan asas efisiensi dan efektivitas.  

"Salah satu yang penting itu adalah efisiensi dan efektivitas seperti diamanatkan dalam Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keputusan kepesertaan pemilu. Ada yang namanya efisiensi dan efektivitas penyelenggara Pemilu itu salah satu pertimbangan," katanya. 

Baca Juga: KPU: Penundaan Pemilu Tindakan Inkonstitusional

Ia menyebut, dengan adanya PKPU yang inovatif, tidak akan ada lagi stigma di masyarakat kalau Pilpres lebih penting daripada Pileg. 

"Tentu lewat PKPU. Pileg dan Pilpres itu sama-sama penting. Selain soal-soal yang lainnya," katanya.



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x