Kompas TV lifestyle kesehatan

13 Gangguan Kecemasan atau Anxiety Disorder yang Dialami Milenial dan Gen Z, Kamu Pernah yang Mana?

Kompas.tv - 23 April 2024, 02:30 WIB
13-gangguan-kecemasan-atau-anxiety-disorder-yang-dialami-milenial-dan-gen-z-kamu-pernah-yang-mana
ilustrasi gangguan kecemasan (Sumber: Freepik)
Penulis : Ade Indra Kusuma | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah pengalaman yang umum dan kompleks yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan parahnya kesehatan mental menjadi isu yang kini kerap dialami oleh generasi milenial dan gen z. Dari tekanan sehari-hari hingga kondisi kesehatan mental yang mendasarinya.

Banyak hal dapat menjadi pemicu atau penyebab kecemasan seseorang. Melansir Health, berikut merupakan beberapa penyebab gangguan kecemasan:

1. Kesehatan fisik

Kecemasan bisa muncul saat seseorang khawatir tentang gejala fisik tertentu yang dianggap sebagai tanda masalah kesehatan serius, seperti sakit dada yang dianggap sebagai serangan jantung atau ruam kulit yang dipercaya sebagai tanda kanker.

Gejala fisik yang muncul pertama kali dan membuat seseorang merasa cemas tentang kesehatannya juga bisa menyerupai gejala kecemasan itu sendiri, seperti peningkatan denyut jantung, hiperventilasi, berkeringat, dan merasa lemah.

2. Kesehatan orang yang dicintai

Kecemasan juga bisa timbul dari kekhawatiran terhadap kesejahteraan orang yang kita cintai, termasuk keluarga dekat atau teman. Orang mungkin khawatir tentang apa yang mungkin terjadi pada orang yang mereka cintai atau bagaimana mereka akan menghadapi situasi yang buruk jika itu terjadi.

Baca Juga: Soal Jet Pribadi, Kejagung Akan Minta Klarifikasi Harvey Moeis

3. Masalah keuangan

Stres finansial, termasuk kekhawatiran tentang tabungan yang tidak mencukupi, utang yang membebani, atau ketidakpastian pekerjaan, dapat memicu kecemasan. Uang sering kali dianggap sebagai sumber keamanan dan ketidakpastian keuangan bisa membuat seseorang merasa tidak aman secara emosional.

4. Kurang tidur

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, orang dewasa harus mendapatkan setidaknya 7 jam tidur berkualitas baik per hari. Tidak mendapatkan tidur yang cukup berkualitas dapat meningkatkan risiko kecemasan.

Kurang tidur bisa menyebabkan peningkatan tingkat kecemasan pada individu, terlepas dari apakah mereka memiliki gangguan kecemasan atau tidak.  

5. Konsumsi stimulan

Kafein dan zat-zat perangsang lainnya dapat memperburuk gejala kecemasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan kecemasan dan serangan panik pada orang yang sensitif terhadapnya.

6. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat-obatan, termasuk obat-obatan tertentu dan stimulan, dapat menjadi pemicu kecemasan. Misalnya, obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan ADHD atau narkolepsi, serta beberapa antidepresan, dapat memiliki efek merangsang yang memperburuk kecemasan.




Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x