Kompas TV internasional kompas dunia

Israel Bersiap Hadapi Serangan Langsung Iran usai Serangan atas Konsulat Iran di Damaskus

Kompas.tv - 13 April 2024, 00:30 WIB
israel-bersiap-hadapi-serangan-langsung-iran-usai-serangan-atas-konsulat-iran-di-damaskus
Rudal jarak menengah Iran di Teheran. Militer Israel hari Jumat, 12/4/2024, bersiap menghadapi kemungkinan serangan langsung dari Iran dalam dua hari mendatang. Namun, menurut laporan, Iran belum memutuskan dengan pasti apakah akan melancarkan serangan tersebut. (Sumber: Anadolu / IRNA)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Vyara Lestari

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Militer Israel bersiap menghadapi kemungkinan serangan langsung dari Iran dalam dua hari mendatang, Jumat (12/4/2024). Namun, menurut laporan, Iran belum memutuskan dengan pasti apakah akan melancarkan serangan tersebut.

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Anadolu, serangan potensial Iran ini diperkirakan sebagai tindakan balasan atas serangan Tel Aviv terhadap gedung konsulat di kompleks Kedutaan Besar Iran di Damaskus.

Tel Aviv tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan langsung dari Iran, yang diperkirakan akan terjadi pada Israel bagian selatan atau utara, "mungkin hari Jumat atau Sabtu," demikian yang diungkapkan oleh sumber tersebut seperti laporan Anadolu, Jumat (12/4).

Sementara itu, sumber lain yang dilaporkan mendapat informasi dari pihak kepemimpinan Iran menyatakan bahwa meskipun pembahasan tentang rencana serangan sedang berlangsung, keputusan akhir belum diambil.

Berdasarkan laporan intelijen dari pejabat AS, Iran kemungkinan akan melancarkan serangan balasan di dalam Israel dalam beberapa hari mendatang.

Seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei Iran menyatakan, "Rencana serangan sudah ada di depan Pemimpin Tertinggi, dan dia masih mempertimbangkan risiko politik."

Pada tanggal 1 April, serangan udara menghantam gedung konsulat di kompleks kedutaan Iran di Damaskus, yang menyebabkan tujuh orang tewas, termasuk dua jenderal senior dari Garda Revolusi Iran.

Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Gedung Konsulat Iran di Damaskus: Jelas Langgar Hukum Internasional

Gedung konsulat Iran yang hancur akibat serangan udara Israel di Damaskus, Suriah, Senin, 1 April 2024. Serangan udara Israel menghancurkan kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, khususnya di bagian layanan konsuler, menewaskan atau melukai semua orang di dalamnya. (Sumber: Foto AP/Omar Sanadiki)

Pada Rabu (10/4), Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyalahkan Israel atas serangan tersebut, sambil menegaskan bahwa Israel harus dihukum dan menyatakan bahwa mereka akan membayar atas kesalahannya, sambil juga menyalahkan AS.

Sebagai respons, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dalam kunjungannya ke unit pertahanan rudal Iron Dome di Israel, memperingatkan terhadap potensi serangan, dengan menegaskan bahwa pihak yang mencoba menyerang akan dihadapi dengan pertahanan yang kuat dan respons yang tegas.

Menurut laporan tersebut, Pasukan Pengawal Revolusi Iran telah menyusun beberapa opsi serangan dan sudah mengajukan rencana tersebut kepada Ayatollah Ali Khamenei, termasuk kemungkinan serangan langsung dengan rudal jarak menengah ke Israel.

Sementara itu, pesan-pesan yang belum terverifikasi di media sosial belakangan ini menunjukkan ancaman serangan simulasi Iran terhadap berbagai target di Israel, termasuk fasilitas nuklir di Dimona dan bandara kecil di Haifa.

Namun, Khamenei belum membuat keputusan final mengenai rencana tersebut. Dia mengkhawatirkan kemungkinan serangan langsung akan dibalas Israel dengan cara yang massif terhadap infrastruktur strategis Iran.

Bersama dengan AS, negara-negara lain, termasuk Prancis, Jerman, Inggris, dan Rusia, juga mendesak Iran untuk bertindak dengan kewaspadaan.

Iran, dari pihaknya, hari Kamis mengklaim "keharusan" untuk membalas serangan terhadap kompleks kedutaan besarnya sebenarnya bisa saja dihindari jika Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan tersebut.

"Jika Dewan Keamanan PBB mengutuk tindakan agresi yang tercela oleh rezim Zionis terhadap bangunan diplomatik kami di Damaskus dan kemudian membawa para pelakunya ke pengadilan, keharusan bagi Iran untuk menghukum rezim jahat ini mungkin bisa dihindari," tulis misi Tehran untuk PBB di platform X, yang sebelumnya bernama Twitter.


 




Sumber : Anadolu / Times of Israel / IRNA


BERITA LAINNYA



Close Ads x