Kompas TV internasional kompas dunia

Penyanyi Terkenal Sudan Tewas Jadi Korban Perang, Sempat Ungkap Berusaha Sembunyi dari Tembakan

Kompas.tv - 14 Mei 2023, 10:45 WIB
penyanyi-terkenal-sudan-tewas-jadi-korban-perang-sempat-ungkap-berusaha-sembunyi-dari-tembakan
Penyanyi terkenal Sudan, Shaden Gardood tewas terbunuh dalam perang di negaranya, Jumat (12/5/2023). (Sumber: Facebook Via BBC)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Gading Persada

OMDURMAN, KOMPAS.TV - Penyanyi terkenal Sudan, Shaden Gardood, tewas setelah jadi korban perang di wilayah tempat tinggalnya di Omdurman.

Gardood tewas di tengah pertempuran antara tentara Sudan dan paramiliter Rapid Support Forces, Jumat (12/5/2023).

Kematian penyanyi berusia 37 tahun itu terjadi sehari setelah kedua pihak yang bertikai menandatangani perjanjian untuk meringankan penderitaan warga sipil.

Pertempuran di Sudan terjadi sejak April lalu terkait perubahan kekuasan di kepemimpinan militer negara itu.

Baca Juga: Serangan Rudal Ukraina ke Donetsk Tewaskan Ibu dan Anak, Terbakar Hidup-hidup

Gardood dilaporkan tinggal di Al-Hashmab, di mana kehadiran RSF terus meningkat beberapa hari terakhir.

Keponakannya, Heraa Hassan Mohammed mengonfirmasikan kematian Gardood di Facebook.

Ia seperti seorang ibu dan orang tercinta untuk saya. Kami baru saja berbicara. Semoga Tuhan mengampuninya,” tulis Heraa dilansir dari BBC.

Inna Iilahi wa inna ilayhi rajiu’un,” tambah Hera.


 

Sebelumnya pada video yang tersebar di media sosial, Gardood mengatakan ia mencoba bersembunyi dari tembakan.

Ia juga meminta putranya untuk menutup semua jendela rumahnya.

“Pergi dari pintu dan jendela. Dengan nama Allah, kami akan mati dengan pakaian lengkap kami. Anda hari memakai ini, kami akan mati dalam keadaan yang lebih baik,” bunyi ucapan Gardood di video itu.

Baca Juga: Negosiasi Damai Militer dan Paramiliter di Jeddah Belum Selesai, Rakyat Sudan Harap-harap Cemas

Gardood secara teratur membuat video siaran langsung di Facebook, berbicara tentang bentrokan dan penembakan di lingkungannya.

Ia juga secara intensif menulis menentang perang yang tengah terjadi.

Gardood tinggal di dekat gedung tv dan radio nasional, yang menjadi lokasi pertempuran sejak hari pertama perang.

RSF menjaga gedung tersebut, dan mereka secara berkala ditembaki oleh jet tempur, dengan pertempuran di darat antara kedua pihak juga terus terjadi.



Sumber : BBC



BERITA LAINNYA



Close Ads x