Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Kaum Ibu Israel dan Palestina Berkumpul di Pantai Laut Mati Gaungkan Perdamaian

Kompas.tv - 26 Maret 2022, 06:30 WIB
kaum-ibu-israel-dan-palestina-berkumpul-di-pantai-laut-mati-gaungkan-perdamaian
Ratusan aktivis perempuan Palestina dan Israel baca puisi Mahmoud Darwish, mengibarkan bendera di pantai Laut Mati dan bersumpah untuk melanjutkan desakan perdamaian. (Sumber: France24/Abbas Momani via AFP)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

JERICHO, KOMPAS.TV – Kaum ibu Israel dan Palestina hari Jumat menerjang angin dan hujan untuk menggelar "konferensi perdamaian" di Laut Mati. Konferensi ini menyatukan dua gerakan besar perempuan dari kedua belah pihak untuk pertama kalinya.

Ratusan aktivis dari gerakan Palestina "Women of the Sun" dan gerakan Israel "Women Wage Peace" berbagi puisi Mahmoud Darwish, mengibarkan bendera di pantai Laut Mati dan bersumpah untuk terus mendorong perdamaian meskipun terjadi stagnasi dalam pembicaraan politik antara Israel dan Palestina.

"Sebagai perempuan, ketika kami mulai duduk dan berbicara tentang anak-anak kami dan tentang kehidupan, kami merasa seperti sudah lama saling kenal," kata Layla Sheikh dari Bethlehem di Tepi Barat, seperti dilaporkan France24, Jumat (25/3/2022).

"Kami dapat memahami penderitaan satu sama lain dan saling berbagi," kata Layla Sheikh.

"Saya berharap dengan bersatu, kita akan mencegah hilangnya nyawa," kata Pascale Chen dari Tel Aviv.

Baca Juga: Penyelidik PBB Resmi Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Apartheid di Wilayah Pendudukan Palestina

Kaum ibu Israel dan Palestina mengibarkan bendera mereka saat mereka mengambil bagian dalam acara perdana kemitraan perdamaian di pantai Laut Mati dekat kota Yerikho Tepi Barat Palestina. (Sumber: Straits Times/Abbas Momani via AFP)

"Dalam 10 hari, anak saya akan masuk wajib militer. Dia harus melakukan tugasnya ... tapi tetap saja, kami adalah ibu sepenuhnya. Kami merasa kami memiliki peran untuk dimainkan dalam perdamaian," katanya.

Negosiasi damai antara Israel dan Palestina sebagian besar terhenti.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang menentang adanya Palestina merdeka dan konsep dua negara Israel-Palsetina, menyampingkan pembicaraan damai selama masa jabatannya tetapi mengatakan dia berkomitmen untuk memperluas peluang ekonomi bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Hubungan antara Israel dan Otoritas Palestina yang dipimpin oleh presiden Mahmud Abbas menunjukkan tanda-tanda mencair dalam beberapa bulan terakhir, menyusul serangkaian pertemuan tingkat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz yang menjamu Abbas di rumahnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken akan melakukan perjalanan ke Israel dan Tepi Barat minggu depan untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin dari kedua belah pihak.

 



Sumber : France24

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.