Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Indonesia Terapkan Prinsip Bebas Aktif dalam Perang Rusia-Ukraina Bukan Netral Aktif, Ini Bedanya

Kompas.tv - 12 Maret 2022, 06:04 WIB
indonesia-terapkan-prinsip-bebas-aktif-dalam-perang-rusia-ukraina-bukan-netral-aktif-ini-bedanya
Seorang ibu dan anak Ukraina di perbatasan Polandia, Selasa, 8 Maret 2022. Pejabat Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (11/3/2022) mengatakan, Indonesia tetap konsisten dengan prinsip bebas aktif dalam menyikapi krisis yang terjadi di Ukraina. Tetapi bukan berarti netral aktif. (Sumber: AP Photo/Visar Kryeziu)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Winardi Hanafi Lucky mengatakan, Indonesia konsisten dengan prinsip bebas aktif dalam menyikapi krisis yang terjadi di Ukraina, bukan netral aktif.

"Bebas aktif bukan berarti netral aktif tetapi juga memberikan sumbangan, baik dalam bentuk pemikiran maupun bantuan terhadap penyelesaian konflik," kata Winardi dalam webinar "Krisis Rusia-Ukraina: Posisi dan Peran Indonesia dan ASEAN" di Jakarta, Jumat (11/3/2022), seperti dilansir ANTARA, Sabtu (12/3/2022).

Winardi mengatakan, prinsip bebas aktif tidak identik dengan sikap netral, melainkan bebas bersikap sesuai dengan kepentingan nasional.

Selain itu, kata dia, sikap Indonesia juga bukan sekadar mengikuti negara lain, melainkan berkepentingan untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap norma hukum internasional.

Indonesia akan terus mendorong agar penggunaan kekuatan dapat dihentikan dan semua pihak dapat menyelesaikan sengketa, kata Winardi.

Baca Juga: Kremlin Tidak Menyampingkan Pertemuan Presiden Rusia dan Ukraina, Selama Ada Hasil Bersama

Direktur II Eropa Kementerian Luar Negeri RI Winardi Hanafi Lucky, Jumat (11/3/2022) mengatakan, Indonesia konsisten dengan prinsip bebas aktif dalam menyikapi krisis yang terjadi di Ukraina, bukan netral aktif. (Sumber: Ministry of Foreign Affairs Indonesia)

Tentang perang Rusia dan Ukraina, kata Winardi, Indonesia menilai langkah terbaik adalah de-eskalasi sehingga proses perundingan dapat berjalan lebih efektif dan memungkinkan dibukanya jalur kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk mencermati isu Ukraina dengan bijak sehingga tidak menimbulkan perpecahan di antara sesama bangsa Indonesia.

Masyarakat Indonesia, kata Winardi, tetap perlu bersatu untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Terkait posisi Indonesia dalam krisis Ukraina, pemerintah menegaskan Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina karena kedua negara tersebut adalah sahabat Indonesia, pungkas Winardi.




Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA



Close Ads x