Kompas TV ekonomi ekonomi dan bisnis

Kemendag Sebut Bawang Merah Mahal karena Banjir di Brebes, Harganya Normal Lagi Pekan Ini

Kompas.tv - 25 April 2024, 12:23 WIB
kemendag-sebut-bawang-merah-mahal-karena-banjir-di-brebes-harganya-normal-lagi-pekan-ini
Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga bawang merah yang bahkan melonjak hampir tiga kali lipat dari harga normal di beberapa daerah. (Sumber: Stockking on Freepik)
Penulis : Dina Karina | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga bawang merah yang bahkan melonjak hampir tiga kali lipat dari harga normal di beberapa daerah.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat, harga normal bawang merah berada di kisaran Rp40.000-an/kg. 

Namun saat ini, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional bawang merah di tingkat pengecer adalah Rp53.580/kg pada 25 April 2024.

Naik Rp3.980 dari harga pada sepekan lalu (18 April) yang sebesar Rp49.600/kg.

Harga bawang merah tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, yang mencapai Rp110.000/kg. Tapi di DKI Jakarta, harga rata-rata bawang merah juga sudah Rp72.340/kg. 

Baca Juga: Harga Bawang Merah Masih Tinggi Meski Lebaran Telah Usai, di Papua Capai Rp110.000 per Kg

Bahkan di Jawa Tengah, provinsi di mana sentra produksi bawang merah nasional berada yaitu Brebes, harga rata-ratanya di atas Rp53.000/kg. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan salah satu penyebab naiknya harga bawang merah karena kurangnya jumlah pedagang lantaran masih dalam periode Lebaran.

"Pertama Lebaran, tahu sendiri kan orang libur semua, yang dagang kan kurang. Yang dagang di pasar-pasar sekarang, saya kira minggu ini normal lagi," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu di Jakarta, Rabu (24/4/2024). 

Dia menyampaikan, pekan ini diperkirakan harga-harga barang kebutuhan pokok akan kembali normal. Sebab, pendistribusian barang telah berjalan seperti sebelum masa Lebaran.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan HET Beras Medium dari Rp10.900/Kg jadi Rp12.500/Kg

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menyebut banjir yang terjadi di Brebes membuat pasokan bawang merah berkurang.

"Bawang merah itu di Brebes kan banjir, sama dengan pernyataan Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) karena ada banjir pasokan berkurang," ujar Isy, seperti dilansir Antara, Rabu.

Isy menyampaikan, kebijakan penanganan harga bawang masuk di bawah Bapanas. Namun, Kemendag tetap memantau perkembangan harga di pasar.

Selain itu, pemerintah sedang melihat ketersediaan stok bawang merah yang berada di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sekarang kita lagi lihat di Bima, NTB seperti apa. Sumber bawang merah kan ada di Bima juga bukan hanya Brebes," ungkapnya.


 




Sumber : Kompas.tv, Antara


BERITA LAINNYA



Close Ads x