Kompas TV regional berita daerah

Kembangkan Usaha Makanan Khas Jepang Sistem Delivery

Kamis, 6 Agustus 2020 | 16:35 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.TV - Seorang guru honorer di Smpn 12 Kota Sukabumi, mengembangkan usaha kulinernya dengan cara sistem delivery atau diantarkan ke rumah konsumen. Usaha ini berawal dari Yuni Nurwita, hobi makan masakan Jepang. Hingga akhirnya kebanjiran pesanan dari warga melalui media sosial seperti Facebook, Instagram maupun Whatsapp. Yuni memberi nama Yukosuki, yang merupakan singkatan dari Yuni, Eko dan Suki.

Sistem delivery ini muncul saat hampir semua restoran dan warung nasi tutup di masa pandemi Covid-19, sehingga keinginan untuk membuka usaha delivery masakan Jepang pun akhirnya mulai di geluti. 

Dengan sistem delivery yang dipakainya, konsumen menunggu di rumah dan ia pun mengantarkan semua menu masakan lengkap dengan alat masak. Di dalam menu kreasi Yuni ini terdapat menu Barbeque Slice Daging Wagyu dan kuah Tomyam khas Yukosuki.  Menurut Yuni, kelebihan sistem ini adalah konsumen tetap bisa menikmati Suki Shabu dan Barbeque tanpa harus keluar rumah. Pelanggan bisa kumpul bersama, memasak sendiri dan bakar sendiri.

Sementara salah seorang konsumen mengaku sistem delivery ini terbilang efektif, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang serba terbatas untuk membeli menu makan. Selain enak, menu makanan Jepang Yukosuki ini terbilang murah.

Dalam menjalankan usaha kuliner, Yuni dibantu keponakannya Resna Sepriani. Untuk pemesanan harus pre order satu hari sebelumnya. Karena menu harus disajikan dalam keadaan fresh. Konsumen harus order minimal 4 paket dan bisa mendapat soft drink, dessert dan buah serta peminjaman alat masak dan alat makan. HARGA per paket dipatok 79 ribu rupiah.

Editor : KompasTV Sukabumi



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:25
BANGUN 23 TITIK SUPER WIFI DI LABUAN BAJO, MENKOMINFO JOHNNY G PLATE SEBUT JANGKAUANNYA MENCAPAI RADIUS 500 METER   JAKSA AKUI MASIH SELIDIKI BERKAS PERKARA KASUS DUGAAN SUAP PENGHAPUSAN “RED NOTICE” DJOKO TJANDRA   KEMNAKER OPTIMISTIS “OMNIBUS LAW” RUU CIPTA KERJA AKAN MENGHADIRKAN PERLINDUNGAN LEBIH BAGI PARA PEKERJA   KONFEDERASI PERSATUAN BURUH INDONESIA MINTA PRESIDEN JOKOWI MENGHENTIKAN PEMBAHASAN OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA   KOMISI X DPR SEBUT KLASTER PENDIDIKAN DITARIK DARI RUU CIPTA KERJA KARENA BANYAK PENOLAKAN DARI BERBAGAI PIHAK   BADAN ANGGARAN DPR SEPAKAT RAPBN 2021 DIBAWA KE SIDANG PARIPURNA   KEMENPAREKRAF SIAPKAN SEJUMLAH STRATEGI PENANGANAN COVID-19 DAN PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL DI SEKTOR PARIWISATA   KOMISIONER KPU IMBAU SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT PILKADA PATUHI PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19   KAMPANYE PILKADA AKAN DIMULAI 26 SEPTEMBER 2020 DAN BERAKHIR PADA 5 DESEMBER 2020   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA: 208 TEMPAT USAHA DI JAKARTA DITUTUP SEMENTARA KARENA LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN    PEMPROV DKI JAKARTA AKAN LIBATKAN 26 RUMAH SAKIT SWASTA MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN PENANGGULANGAN COVID-19   MENTERI PPPA MINTA MASYARAKAT TETAP GUNAKAN MASKER DI RUMAH UNTUK CEGAH PENULARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN KELUARGA   MENTERI PPPA SEBUT PIHAKNYA TENGAH MENYUSUN PROTOKOL KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 DI LINGKUP KELUARGA   MENTERI AIRLANGGA HARTARTO: PEMERINTAH TENGAH MERANCANG PERPRES & PETA JALAN TERKAIT DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19