Kompas TV internasional kompas dunia

Menkumham Yasonna Perkuat Kerja Sama Indonesia-Serbia Tangani Kejahatan Terorganisasi Transnasional

Selasa, 7 Juli 2020 | 23:50 WIB
menkumham-yasonna-perkuat-kerja-sama-indonesia-serbia-tangani-kejahatan-terorganisasi-transnasional
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Laoly (kiri) bersama Wakil Menteri Kehakiman Serbia Radomir Ilic (kanan) saat di Beograd, Senin (6/7/2020). (Sumber: Dok Kemenkumham RI)

BEOGRAD, KOMPAS.TV - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menggagas upaya memperkuat penanganan kejahatan terorganisasi transnasional bersama Serbia.

Pernyataan ini disampaikan Menkumham Yasonna dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Kehakiman Serbia Radomir Ilic di Beograd, Senin (6/7/2020) sore waktu setempat.

Baca Juga: Bertemu Presiden Serbia, Menkumham Yasonna Laoly Perkuat Kerja Sama Bilateral

"Indonesia dan Serbia punya kesamaan terkait posisi geografis yang strategis sebagai pusat jalur perdagangan dan kegiatan usaha. Tapi di sisi lain, posisi geografis ini juga berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, seperti kerentanan kejahatan terorganisasi transnasional yang meliputi penyelundupan narkoba, senjata api, atau barang-barang ilegal lainnya," ujar Yasonna dalam keterangan pers kepada awak media.

"Karenanya, penguatan kerja sama dan kolaborasi antar-negara merupakan hal krusial dalam memerangi kejahatan terorganisasi transnasional. Adapun Indonesia dan Serbia selama ini sudah tergabung dalam berbagai kerangka kerja sama internasional dan kami berniat mengangkat kolaborasi tersebut ke level yang lebih tinggi," imbuhnya. 

Yasonna mengatakan, baik Indonesia maupun Serbia memang terlibat dalam berbagai perjanjian terkait kejahatan internasional, seperti UNCTOC (United Nations Convention Against Transnational Organized Crime/Konvensi PBB Melawan Kejahatan Terorganisasi Transnasional), UNCAC (United Nations Convention Against Corruption/Konvensi PBB Melawan Korupsi), hingga UN Drug Control Conventions (Konvensi Pengendalian Obat-Obatan PBB).

Hubungan baik kedua negara terkait penegakan hukum juga terlihat saat proses ekstradisi warga Serbia pelaku pencurian data nasabah Nikolov Iliev dari Indonesia pada 2015.

Editor : Deni Muliya

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:33
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA