Kompas TV nasional berita kompas tv

PDIP Laporkan 7 Akun Medsos yang Menghina Megawati Terkait RUU HIP

Rabu, 24 Juni 2020 | 20:30 WIB

KOMPAS.TV - PDI Perjuangan Yogyakarta melaporkan akun media sosial yang diduga menghina Megawati Soekarno Putri terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Akun-akun itu juga dinilai menyebarkan ujaran kebencian kepada PDI Perjuangan.

Ada 7 akun media sosial yang dilaporkan ke polda daerah istimewa yogyakarta. DPC PDIP Yogyakarta mengaku menemukan fitnah, hasutan dan hoax, diantaranya kepada megawati. Pemilik akun medsos membuat tagar di media sosial, yang berpotensi melanggar undang undang informasi dan transaksi elektronik. Tagar itu antara lain tangkap mega bubarkan PDIP terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:21
HOTLINE KBRI BEIRUT +961 3199 493   TERCATAT 1.447 WNI BERADA DI LEBANON, 1.234 DI ANTARANYA ADALAH PASUKAN KONTINGEN GARUDA   KEMENLU TERUS PANTAU DAN PASTIKAN KONDISI WNI PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PERANCIS KIRIM 2 PESAWAT MILITER KE BEIRUT UNTUK BANTUAN PENCARIAN DAN PENYELAMATAN PASCA-LEDAKAN BESAR   SEBANYAK 300.000 PENDUDUK KEHILANGAN RUMAH AKIBAT LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PRESIDEN LEBANON MICHEL AOUN JANJIKAN PENYELIDIKAN TRANSPARAN ATAS LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   ISRAEL BANTAH TERLIBAT DALAM LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   SEBANYAK 30 TENAGA KESEHATAN RSUD SOGATEN, KOTA MADIUN, TES "SWAB" SETELAH 1 DOKTER POSITIF TERINFEKSI KORONA   BUPATI OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN, ILYAS PANJI ALAM, SEMBUH DARI KORONA   BUKA PARIWISATA UNTUK TURIS DOMESTIK, PEMPROV BALI FOKUS BANGUN KEPERCAYAAN WISATAWAN DI TENGAH PANDEMI   PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI DI WILAYAH KUNINGAN, JABAR, DIBUKA KEMBALI MULAI SABTU, 8 AGUSTUS 2020   KEMENDIKBUD MINTA PEMKOT BEKASI HENTIKAN SIMULASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA DI 6 SEKOLAH   WALI KOTA BEKASI RAHMAT EFFENDI IMBAU WARGANYA TIADAKAN LOMBA 17-AN YANG SIFATNYA MENGUNDANG KERUMUNAN   DINKES DKI JAKARTA INGATKAN MASYARAKAT UNTUK BAHU-MEMBAHU ATASI PANDEMI KORONA