Kompas TV klik360 cerita indonesia

Hari Kartini, Masih Relevankah Perempuan Diminta Pilih Keluarga atau Karir?

Selasa, 21 April 2020 | 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini, hari peringatan bagi perempuan Indonesia untuk meneruskan perjuangan Kartini mengenai emansipasi wanita.

Menurut aktivis perempuan Tunggal Pawestri, perempuan hari ini sudah jauh lebih baik posisinya dibandingkan ratusan tahun silam. Namun, Tunggal mengingatkan, perempuan hari ini bukan tidak memiliki tantangan, karena masih banyak pekerjaan rumah khususnya bagi perempuan Indonesia untuk terus berjuang agar hak-hak mereka terpenuhi secara utuh.

Selain itu, Tunggal menyatakan, saat ini sudah bukan waktunya bagi perempuan untuk memilih antara karir atau keluarga. Tunggal menilai, perempuan Indonesia bisa melakukan keduanya tanpa mengalahkan salah satu peran.

"Sekarang kita sudah lihat kenyataan bahwa perempuan bisa bekerja di semua bidang, dan lagi-lagi ya pertanyaan semacam ini kenapa nggak muncul ke laki-laki ya. Berarti ini kan sudah ada pola pikir bahwa seolah-olah tanggung jawab keluarga hanya ada di perempuan. Pola pikir semacam ini harus didobrak," tambah Tunggal.

Kesetaraan gender adalah isu yang masih harus terus disuarakan oleh perempuan Indonesia. Menurut Tunggal, kekerasan dan diskriminasi masih dirasakan oleh perempuan Indonesia. Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, setiap tahunnya selalu ada peningkatan tindak kekerasan terhadap perempuan.

"Kita masih melihat banyaknya kekerasan, dan diskriminasi yang dihadapi oleh perempuan. Catatan Komnas Perempuan menyebutkan, setiap tahun dan tahun ini saja ada peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan," ujar Tunggal kepada Kompas.tv.

Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Inspiratif RA Kartini Untuk Perempuan Indonesia

Editor : Laura Elvina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:43
SEORANG PASIEN POSITIF KORONA TEWAS SETELAH MELONCAT DARI LANTAI 12 DI RS ROYAL PRIMA MEDAN, SUMUT   MENTERI BUMN ERICK THOHIR ANGKAT WAHYU SUPARYONO GANTIKAN SONNY WIDJAJA SEBAGAI DIRUT ASABRI   BKN PASTIKAN PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS UJIAN DI WILAYAH MASING-MASING GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   ANGGOTA POLSEK BANDARA SUPADIO PONTIANAK DIPERIKSA MABES POLRI DAN PROPAM POLDA KALBAR TERKAIT DJOKO TJANDRA   POLRI: SIDANG ETIK BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DIGELAR SETELAH PERKARA PIDANANYA INKRAH   BPOM MINTA MASYARAKAT WASPADAI OBAT YANG DIKLAIM DAPAT SEMBUHKAN KORONA   PEMERINTAH BENTUK PROGRAM UNTUK KAMPANYEKAN PENGGUNAAN MASKER DI TENGAH PANDEMI   TERIMA 1.346 ADUAN TERKAIT BANSOS, OMBUDSMAN SARANKAN PEMERINTAH PERBAIKI DATA   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PEMERINTAH FOKUS JAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 6.912 POSITIF, 4.220 SEMBUH, 216 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 9.987 POSITIF, 6.935 SEMBUH, 329 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 10.036 POSITIF, 6.135 SEMBUH, 680 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 23.380 POSITIF, 14.760 SEMBUH, 888 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 23.829 POSITIF, 16.267 SEMBUH, 1.799 MENINGGAL DUNIA