HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Dianggap Lalai Antisipasi Corona, Presiden Jokowi Resmi Digugat!

Rabu, 1 April 2020 | 17:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang warga bernama Enggal Pamukty menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020).

Presiden Jokowi resmi digugat karena dianggap lalai dalam mengantisipasi virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, gugatan yang diajukan Enggal telah teregister dengan nomor PN JKT.PST-042020DGB.

Enggal pun mewakili kelompok pedagang eceran mengajukan gugatan class action kepada Presiden Jokowi tersebut.

Ia menganggap orang nomor satu di Indonesia tersebut telah melakukan kelalaian fatal yang mengancam 260 juta nyawa rakyat Indonesia.

"Saya menggugat Presiden Jokowi karena kelalaian fatal dalam penanganan teror virus Covid-19" kata Enggal, dikutip dari Kompas.com, tak lama setelah ia resmi mendaftarkan gugatannya.

Enggal pun menyebut, tindakan yang dilakukan pemerintah pusat sejak awal sangat melecehkan akal sehat.

Selain itu, ia juga menilai bahwa tindakan pemerintah pusat membahayakan jutaan nyawa rakyat dengan program mendatangkan turis saat wabah Covid-19 berlangsung terjadi di sejumlah negara.

Padahal, harusnya pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi masuknya virus corona ini.

"Tiongkok sejak awal berani menutup kota Wuhan dan sekaligus propinsi Hubei yang berpenduduk 54 juta untuk memerangi teror virus Covid-19 tanpa memikirkan kerugian ekonomi. Bagi pemerintah Tiongkok nyawa rakyatnya jauh lebih daripada investasi. Ini yang tidak kita lihat pada kebijakan Jokowi," kata dia.

"Mementingkan investasi pariwisata di saat wabah dahsyat Covid-19 bukan hanya melecehkan akal sehat tapi juga mendatangkan malapetaka besar. Kita jadi olok-olok dunia Internasional di saat negara-negara lain justru menutup negaranya dari turis," sambungnya.

Akibat kelalaian pemerintah, Enggal mengaku dirinya mengalami kerugian ekonomi. Ia sebagai pedagang eceran mengalami penurunan pendapatan setelah virus corona masuk ke Indonesia.

#Jokowi #Corona #Covid19

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:36
SEBANYAK 16 TITIK POS FILTERISASI ARUS BALIK POLDA JATENG PUTAR BALIKAN 5.410 KENDARAAN KE DAERAH ASAL   POLDA METRO JAYA MENCATAT ADA 3.637 KENDARAAN YANG DIMINTA PUTAR BALIK SAAT ARUS BALIK   JUMLAH PELANGGARAN HARI KE-38 OPS KETUPAT 2020, 7.273 KENDARAAN DITILANG & MENDAPAT TEGURAN   HARI KE-38 OPS KETUPAT 2020, JUMLAH KENDARAAN PEMUDIK YANG DIMINTA PUTAR BALIK SEBANYAK 124.358 KENDARAAN   KORLANTAS: ADA 45.903 KENDARAAN YANG DIMINTA PUTAR BALIK SELAMA ARUS BALIK HARI KE-38 OPS KETUPAT 2020   BMKG MEMPREDIKSI SELURUH WILAYAH DKI JAKARTA CERAH BERAWAN SEPANJANG HARI INI   POLRES METRO BEKASI PASTIKAN PELAYANAN PERPANJANGAN SIM TETAP TERAPKAN PROTOKOL PENCEGAHAN COVID-19   POLRES METRO BEKASI KEMBALI BUKA PELAYANAN PERPANJANGAN SIM MULAI HARI INI   CALON PENUMPANG AKAN LEWATI "CHECK POINT" DI BANDARA BERUPA VERIFIKASI DOKUMEN HINGGA PEMERIKSAAN KESEHATAN   PENERAPAN "NEW NORMAL", PT ANGKASA PURA II IMBAU CALON PENUMPANG DATANG 3-4 JAM SEBELUM PENERBANGAN   NURHADI & REZKY BERSTATUS BURON SEJAK 13 FEBRUARI 2020 SETELAH BEBERAPA KALI MANGKIR DARI PANGGILAN KPK   NURHADI & REZKY MERUPAKAN TERSANGKA KASUS DUGAAN SUAP SERTA GRATIFIKASI TERKAIT PENANGANAN PERKARA DI MA   MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI DITANGKAP SAAT KPK GELEDAH RUMAH DI KAWASAN SIMPRUG, JAKSEL   KPK TANGKAP MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI & MENANTUNYA, REZKY HERBIYONO PADA 1 JUNI 2020