Kompas TV travel jelajah indonesia

Kampung Korea di Pulau Buton

Kamis, 26 Maret 2020 | 07:22 WIB

BAUBAU, KOMPAS.TV

Dari bangunan bersejarah di Pulau Buton sekaligus klaim terluas di dunia yaitu Benteng Wolio atau Benteng Buton, Hafizh Adyas melanjutkan penjelajahannya ke pelosok Pulau Buton. Tujuan kali ini adalah daerah yang terkenal hingga luar negeri karena uniknya bahasa  yang digunakan. Aksara atau tulisan di papan nama jalan tidak lazim di sini. bila di Jawa Tengah nama tulisan latin dan dibawahnya aksara Jawa, maka di sini bukan aksara dari nusantara sama sekali.

Namun, ini pemandangan yang biasa terlihat dalam kehidupan sehari-hari di Kampung Karya Baru, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Di kampung berjarak sekitar 20 kilometer arah timur Kota Baubau ini bermukim 80.000 jiwa suku Cia-Cia. Di sini, warga kampung, dari anak kecil hingga dewasa, sudah pintar menulis dengan huruf-huruf Korea yang disebut aksara Hangeul. Huruf ini pun digunakan sebagai petunjuk tempat-tempat umum di Karya Baru. Beberapa nama jalan atau plang sekolahan, selain ditulisi nama resmi versi bahasa Indonesia dengan aksara Latin, juga dilengkapi dengan tulisan berhuruf Korea.

Hampir semua suku Cia-Cia juga menggunakan aksara Hangeul untuk berkomunikasi secara tertulis di antara mereka. Namun, bahasanya tetap bahasa asli mereka sendiri. “Murid-murid sekolah di sini belajar menulis huruf Hangeul, dan di SMA juga ada pejaran bahasa Korea,” kata Abidin, salah satu guru SMA Negeri 6 Baubau yang asli warga Cia-Cia. Awal mula Suku Cia-Cia mengenal aksara dari “Negeri Ginseng” itu terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Ketika itu, Wali Kota Baubau yang dijabat oleh MZ. Amirul Tamin tergerak hatinya ketika mendengar pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menyebut beberapa bahasa daerah di Indonesia terancam punah. Salah satu penyebabnya, penutur bahasa-bahasa daerah minoritas ini tidak memiliki sistem penulisan yang bisa mengabadikan pelafalan bahasa mereka sendiri. Sehingga, pengaruh bahasa mayoritas bisa menggerus pemakaian bahasa kaum minoritas itu.

Editor : Herwanto



BERITA LAINNYA


KOMPAS SPORT

PT LIB Rubah Jadwal Kompetisi Liga 1

Senin, 28 September 2020 | 06:45 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
07:29
TAK ADA PENAMBAHAN TPS, KPU TANGSEL GILIR JADWAL KEDATANGAN PEMILIH UNTUK HINDARI KERUMUNAN    KPU TANGERANG SELATAN TAK BERENCANA TAMBAH JUMLAH TPS PADA PILKADA 2020   MENKO PMK SEBUT SAAT INI PEMERINTAH MULAI UBAH STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MINTA IDI LINDUNGI PARA DOKTER YANG TANGANI COVID-19   KLHK PERKIRAKAN PEMULIHAN LAHAN KRITIS DI INDONESIA BUTUH 60 TAHUN   PEMPROV JATIM TEGASKAN PILKADA SERENTAK UTAMAKAN PROTOKOL KESEHATAN   PEMPROV DKI SIAPKAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK TERPUSAT SKALA PERKOTAAN DAN PERMUKIMAN   MENAKER IDA FAUZIAH: KUNCI SUKSES DI REVOLUSI 4.0 ADALAH ADAPTIF DAN INOVATIF PADA PERUBAHAN   PANDEMI KORONA, MENTERI PPPA SUSUN PROTOKOL KHUSUS CEGAH MUNCULNYA KLASTER KELUARGA   PANDEMI KORONA, MENTERI PPPA MINTA ORANG TUA SELALU BERSIHKAN DIRI SAAT TIBA DI RUMAH    KEMENTERIAN PERDAGANGAN DUKUNG PENATAAN EKOSISTEM LOGISTIK NASIONAL   KEMENPERIN PASTIKAN INDUSTRI TERAPKAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH DENGAN BAIK    KEMENPERIN SIAP EVALUASI KEBIJAKAN INDUSTRI DI TENGAH PANDEMI COVID-19    KETUA PELAKSANA KOMITE COVID-19 ERICK THOHIR: PROGRAM BANTUAN KUOTA INTERNET UNTUK JAGA KUALITAS SDM