HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

DPRD Fraksi PDIP: Pak Anies Itu Kaya Dalam Kata-kata dan Miskin Dalam Perbuatan

Rabu, 26 Februari 2020 | 23:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hujan deras yang menguyur wilayah Jakarta sejak Selasa (25/02/2020) dini hari menyebabkan sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir.

Salah satunya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.  

Akibatnya, lalu lintas di wilayah itu lumpuh total.  

Warga terpaksa menerobos banjir dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu karet.

Banjir juga terjadi di depan rumah sakit angkatan laut Mintoharjo.  

Ketinggian banjir sempat mencapai 50 sentimeter.  

Satu unit mobil pemadam kebakaran didatangkan untuk menyedot banjir.

Banjir juga merendam ratusan rumah di kawasan Jalan Satria, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.  

Banjir setinggi satu meter membuat warga terjebak di rumah mereka.

Polisi  harus  mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.  

Evakuasi diutamakan terhadap warga yang lanjut usia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca ekstrem masih terjadi hingga Maret.

Untuk itu Anies sudah memberikan sembilan arahan ke jajarannya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Namun  anggota DPRD DKI mengkritik kerja Anies Baswedan dalam menangani banjir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PUPR Basuki Hadimuljono ikut bicara soal banjir di Jakarta.

Basuki menilai, banjir lantaran kapasitas drainase yang lebih kecil dari curah hujan.  

Untuk itu PUPR akan membangun rumah pompa di sejumlah lokasi untuk menangani banjir dalam jangka panjang.

Pemprov DKI Jakarta harus segera memperbaiki saluran drainase di kawasan yang jadi langganan banjir.

Selain itu perlu juga harus ada pengerukan dan pelebaran tempat penampungan air.

Sambil terus mengingatkan kepada masayarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai.

Banjir yang lagi-lagi terjadi di Jakarta membuat masyarakat mempertanyakan kerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam menangangani banjir.

Tak hanya itu,  sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta  sepakat membentuk panitia khusus atau pansus banjir untuk mencari solusi mengatasi banjir.

Perlukah  ada pansus seperti ini?

Langkah seperti apa yang harusnya segara dilakukan agar Jakarta tak lagi menjadi kolam raksasa?

Simak dialog bersama anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Jhony Simanjuntak dan Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga, serta anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Syarif.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
22:05
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   BACA EPAPER KOMPAS GRATIS DARI RUMAH. GUNAKAN KODE KOMPASWFH. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/EPAPERKOMPAS   KEMENKOP & UKM AJAK PELAKU KOPERASI DAN UMKM MEMPRODUKSI MASKER KAIN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMKOT TANGSEL SIAPKAN RP 100 MILIAR UNTUK PENANGANAN KORONA   WALI KOTA DEPOK SEBUT BERKAS USULAN PSBB UNTUK WILAYAHNYA SUDAH LENGKAP   WALI KOTA DEPOK M IDRIS USULKAN PSBB DI BODEBEK AGAR PEMBATASAN ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI   BLUE BIRD BATASI KAPASITAS PENUMPANG HANYA 50% SAAT PSBB DIBERLAKUKAN DI JAKARTA   GRAB INDONESIA MINTA LAYANAN TRANSPORTASI RODA 2 TETAP DIPERBOLEHKAN ANGKUT PENUMPANG SAAT PSBB DI JAKARTA   OPERASIONAL KERETA BANDARA SOEKARNO-HATTA DAN KUALANAMU DIHENTIKAN SEMENTARA MULAI 12 APRIL-31 MEI 2020   RUAS TOL JORR SEKSI S, JAKARTA, DISEMPROT DISINFEKTAN UNTUK CEGAH PENYEBARAN KORONA   KEMENTERIAN PPPA BELUM MEMILIKI DATA JUMLAH ANAK-ANAK YANG TERPAPAR VIRUS KORONA   PEMERINTAH MENGGESER CUTI BERSAMA HARI RAYA IDUL FITRI DARI MEI 2020 KE DESEMBER 2020 AKIBAT PANDEMI KORONA   PEMERINTAH TELAH MENGANGGARKAN RP 405,1 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA