HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Terkait "Prank" Ulangtahun Berujung Maut, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Senin, 24 Februari 2020 | 23:22 WIB

KULONPROGO, KOMPAS.TV - Pasca tewasnya dua pelajar di Underpass Kulur, Kulonprogo, akibat candaan ulang tahun, polisi terus melakukan penyelidikan. 
Hingga kini polisi telah memeriksa 6 orang saksi.

Dalam pemeriksaan saksi, polisi ingin mencari tahu apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam candaan ulang tahun yang menewaskan 2 orang ini.

6 orang saksi yang diperiksa adalah teman-teman korban serta saksi mata di lokasi.

Kapolsek Temon, Kompol Hery Purnomo menyebutkan jika kejadian ini bisa berlanjut ke ranah hukum jika ada unsur kesengajaan yang terjadi.  

Sebelumnya, Rian Haryanto salah satu remaja yang tenggelam di "underpass" Kulonprogo, Yogyakarta tengah merayakan ulang tahun.

Saat itu teman-teman rian meminta Rian bertemu di underpass yang berujung 2 orang meninggal dunia.

Duka menyelimuti keluarga rian haryanto salah satu remaja korban tenggelam di underpass di Kulon Progo Yogyakarta.

Selain Rian, ada korban lain yang meninggal, sementara 1 lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Rian meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya, pada sabtu kemarin (22/02).
Sebelum musibah terjadi, keluarga korban menyatakan tengah menyiapkan acara sederhana saat itu.

Namun kedatangan Rian menemui teman temannya berujung pada tenggelamnya korban bersama temannya setelah terjatuh yang diduga berawal dari sebuah candaan.

Saat musibah terjadi ketinggian air di underpass Kulur di Kulon Progo mencapai lebih dari 3 meter.

Di lokasi tenggelamnya remaja yang menewaskan 2 orang ini sebenarnya telah terpasang pengumuman yang berisi peringatan bahaya.


 

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
04:01
PEMERINTAH TIONGKOK AKAN MENGUJI VAKSIN VIRUS KORONA KE HEWAN PADA AKHIR MEI 2020   ANGKA KEMATIAN AKIBAT KORONA DI ITALIA MENCAPAI 12.428 JIWA, TERTINGGI DI DUNIA   KOMITE OLIMPIADE TIONGKOK (COC) DUKUNG KEPUTUSAN PENUNDAAN OLIMPIADE TOKYO 2020 AKIBAT KORONA   NASIB F1 GP INGGRIS 2020 DI TENGAH PANDEMI KORONA AKAN DITENTUKAN PADA AKHIR APRIL 2020   PEMKAB PESISIR SELATAN, SUMBAR, BEBASKAN PAJAK HOTEL, RESTORAN, RUMAH MAKAN, DAN KAFE SELAMA 3 BULAN KARENA KORONA   MATAHARI DEPARTMENT STORE TUTUP SEMENTARA SEMUA GERAINYA HINGGA 13 APRIL 2020 AKIBAT ADANYA VIRUS KORONA   SATU KARYAWANNYA POSITIF TERJANGKIT KORONA, UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA TUTUP LAYANAN SEPEKAN   POLRESTABES MAKASSAR USUT PROVOKATOR PENOLAKAN PEMAKAMAN JENAZAH ANGGOTA DPRD SULAWESI SELATAN   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO MINTA MASYARAKAT TIDAK MENOLAK PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN KORONA   PEMPROV DIY TENGAH MENGGODOK BENTUK PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMKOT YOGYAKARTA GANDENG PENGEMUDI OJEK "ONLINE" SALURKAN KEBUTUHAN POKOK WARGA SELAMA MASA DARURAT KORONA   PEMKOT BEKASI PERPANJANG MASA PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN PERKANTORAN HINGGA 14 APRIL 2020   PRESIDEN JOKOWI SEBUT RS DARURAT KORONA DI PULAU GALANG, BATAM, AKAN DIJADIKAN PUSAT RISET PENYAKIT MENULAR   KOMISI XI DPR SEGERA BAHAS PERPPU KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA DAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN UNTUK PENANGANAN KORONA