HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Terkait WNI dari Natuna, Upaya Cegah dan Menangani Masyarakat yang Terjangkit Virus Corona

Sabtu, 15 Februari 2020 | 12:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masa observasi 238 WNI yang dievakuasi dari Tiongkok, berakhir.

Rencananya mereka akan dipulangkan ke domisili masing-masing. 

Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, juga di studio ada Satgas Waspada dan Siaga Korona atau Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia, Erlina Burhan, dan Ahli Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lipi, Sugiyono Saputra.

Beberapa pekan terakhir, media makin tak sabar memburu sumber yang bisa menyampaikan informasi tentang virus corona yang menyebar cepat ke penjuru dunia. 

Di antara sumber yang diburu adalah Erlina Burhan, dia adalah dokter spesialis paru yang menggembar-gemborkan pentingnya cuci tangan.

“Belum tentu dan belum bisa dipastikan. Kalau SARS dan MERS CoV itu kan di udara terbuka hanya bisa bertahan beberapa jam sampai dua hari. Kalau corona masih sangat baru. Sehingga butuh penelitian lebih jauh.” Ujar Erlina.

“Secara teori memang dikatakan bahwa virus ini tidak aktif di suhu yang tinggi dan kelembaban yang tinggi. Aktivasi corona meningkat di suhu dan kelembaban yang rendah.” Begitu kata Erlina.

Data resmi hasil investigasi mengenai hal-hal terkait penyakit jenis baru ini nantinya diumumkan oleh WHO, sampai saat ini belum diketahui penyebab, pencegahan, serta pengobatannya.

Sampai data tersebut ada, Erlina mengimbau masyarakat agar menunda kepergian ke Wuhan.

Peneliti bidang mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sugiyono Saputra, virus coron memiliki laju mutasi yang sangat cepat dibandingkan dengan jenis virus yang lain seperti virus double stranded DNA (dsDNA). 

Laju mutasi yang sangat cepat itu juga yang memunculkan kejadian luar biasa dapat berlangsung cepat dan tidak terduga. 

Sugiyono menjelaskan penyebaran secara global pun dapat terjadi dengan mudah dikarenakan mobilitas manusia yang tinggi.

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
21:23
TIONGKOK USIR KAPAL PERANG AMERIKA SERIKAT YANG MENEROBOS MASUK KE KEPULAUAN XISHA DI LAUT CHINA SELATAN   PRESIDEN AS DONALD TRUMP PERINTAHKAN PENYELIDIKAN TERHADAP PERUSAHAAN TIONGKOK YANG TERDAFTAR DI PASAR KEUANGAN AS   TIM GUGUS TUGAS COVID-19 KABUPATEN BOGOR SEBUT 4 PEDAGANG DI PASAR CILEUNGSI POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLDA JATENG SEBUT HINGGA 26 MEI 2020, SEBANYAK 3.400 KENDARAAN MENUJU JAKARTA DIPUTAR BALIK   DINKES DKI JAKARTA: HINGGA HARI INI, 1.848 PASIEN MASIH JALANI PERAWATAN DI RS DAN 2.783 ISOLASI MANDIRI DI RUMAH   DINKES DKI JAKARTA UMUMKAN KASUS POSITIF KORONA HINGGA 30 MEI 2020 MENCAPAI 7.053 PASIEN ATAU BERTAMBAH 100 ORANG   MENHUB BUDI KARYA SUMADI PERPANJANG LARANGAN MUDIK ARUS BALIK HINGGA 7 JUNI 2020   WALI KOTA MATARAM IZINKAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO KEMBALI BEROPERASI   DIBUKA LAGI HARI INI, PELAYANAN SIM DI DAAN MOGOT DIPADATI RATUSAN WARGA    PEMPROV GORONTALO PERPANJANG PSBB UNTUK MENEKAN PENULARAN VIRUS KORONA HINGGA 14 JUNI 2020   PEMKOT PALEMBANG SIAP MENJALANKAN TATANAN NORMAL BARU DAN SEGERA EVALUASI PSBB YANG BERAKHIR 2 JUNI 2020    PGRI: KESELAMATAN PESERTA DIDIK HARUS PRIORITAS UTAMA DI PENORMALAN BARU   PEMDA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEMBALI PERPANJANG MASA BELAJAR DI RUMAH HINGGA 26 JUNI 2020   PEMKOT JAMBI PERPANJANG MASA BELAJAR DI RUMAH SISWA PAUD HINGGA SMP HINGGA 6 JUNI 2020